Ancaman Krisis di Depan Mata, Pemerintah Diminta Bijak

FAJAR.CO,ID, MAKASSAR -- Ancaman resesi sudah di depan mata. Pemerintah perlu bijak menghadapinya, bukan makin memukul masyarakat.

Secara spesifik, Sulsel punya kearifan dan kekuatan lokal yang bisa menjadi modal mengadang resesi. Mulai kekuatan sosial, hingga potensi komoditas. Namun, dukungan pemda --pemprov dan pemkab/pemkot-- sangat dibutuhkan.

Sejauh ini, bayang-bayang resesi memang bukan hanya mengancam Indonesia, namun juga negara lain. Selain dikarenakan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, hal ini juga berasal dari dinamika politik ekonomi global.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Makassar, Muammar Muhayang, mengatakan, pemerintah perlu bijak memperhatikan ancaman ini. Sebab, efeknya berantai ke semua aspek jika salah menyikapinya.

Salah satu solusi mengantisipasi kondisi ini, pemerintah perlu memperkuat ekonomi produktif. "Sebetulnya kita bisa memanfaatkan kondisi ini, karena domestik kita masih kuat. Nah, tinggal memperkuat ekonomi produktif kita," terang Muammar, Minggu, 13 Oktober.

Pertahankan Subsidi

Yang dikhawatirkan, dengan pelemahan ekonomi saat ini, jutru disikapi dengan makin memberatkan perekonomian masyarakat. Hingga akhirnya menekan daya beli mereka yang terus anjlok.

Seperti, rencana pemerintah untuk memangkas subsidi.

Tarif listrik serta harga gas LPG 3 kilogram yang akan naik. Hingga, kenaikan pajak lainnya. Belum termasuk rencana kenaikan iuran atau premi Badan Penyelenggara Jaminan Sosioal (BPJS) Kesehatan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...