Blue Girl

Selasa, 15 Oktober 2019 08:48
Belum ada gambar

Begitu banyak orang Islam memberi nama anak mereka Hussein atau Hassan –bahkan yang bukan Syiah sekalipun.

Sampailah Hussein dewasa. Bapaknya dibunuh lawan politik. Kakaknya juga terbunuh.

Tapi yang paling mengharukan adalah terbunuhnya Hussein sendiri.

Waktu itu Hussein dikucilkan lawan politik yang lagi berkuasa di Mekkah dan Madinah.

Tapi pengikut Hussein sangat besar. Di akar rumput.

Hussein dianggap membahayakan kedudukan pemimpin Islam saat itu. Keturunan Ali, harus dipunahkan.

Hussein masih punya harapan untuk menjadi pemimpin. Tapi tidak di Makkah. Tidak di Madinah.

Melainkan di Iraq.

Memang banyak sekali pengikut Hussein di Iraq dan Iran –yang waktu itu masih menjadi satu negara.

Hussein pun menerima selembar surat. Isinya: pindahlah ke Iraq. “Kami di sini sangat merindukan Hussein,” begitu kira-kira bunyi surat itu.

Hussein menyanggupi. Ia pun meninggalkan Makkah. Dalam satu kafilah onta. Jalan darat. Berminggu-minggu. Melewati padang pasir antara Makkah-Iraq.

Dalam perjalanan itulah Hussein terus diintai pasukan penguasa. Diikuti dari jauh. Untuk dibunuh.

Hussein selalu selamat. Setiap terjadi usaha pembunuhan selalu bisa dihindari. Meski harus sampai lari terbirit. Sampai ketinggalan sandalnya. Akhirnya Hussein sampai tujuan.

Yakni sebuah wilayah yang tertera dalam surat undangan. Di situ –menurut surat yang ia terima dulu– Hussein akan disambut meriah. Dan dinobatkan sebagai pemimpin mereka.

Bagikan berita ini:
5
6
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar