Blue Girl

Selasa, 15 Oktober 2019 08:48
Belum ada gambar

Hussein tidak menyangka kalau surat undangan itu jebakan. Di situlah Hussein dibunuh. Kisah pembunuhan ini begitu khianatnya. Begitu dramatiknya.

Kepala Hussein dipenggal. Disepak ke sana. Disepak ke sini. Sebelum akhirnya ditusuk tongkat untuk diacung-acungkan keliling wilayah. Dan akhirnya dibawa ke Damaskus, Suriah, ibu kota negara Islam saat itu.

Semua itu terjadi tanggal 10 Suro. Yang di Iran, Pakistan, Afghanistan diperingati dengan besar-besaran. Dengan cara pawai besar. Sambil memukul-mukul dada. Untuk bisa merasakan penderitaan Hussein saat itu.

Tiap tahun pula jutaan orang berjalan kaki. Sejauh 70 km. Dari Kota Kufah ke padang Karbala –tempat kepala Hussein disepak-sepak itu.

Saya pernah dari Kufah ke Karbala. Tapi naik mobil. Bukan di tanggal 10 Suro.

Sejak itulah pengikut Hussein –ummat Syiah– sensitif pada barang bundar yang disepak-sepak. Mereka membayangkan itu sebagai kepala Imam Hussein.

Pernah sepak bola diharamkan di Iran. Dianggap tidak Islami. Tapi sebenarnya ya untuk melupakan sejarah nestapa itu.

Belakangan tim sepak bola Iran majunya luar biasa. Masuk final Piala Dunia.

Kegembiraan rakyat Iran juga meluap-luap. Pemerintahnya lantas mengakomodasikan keinginan rakyatnya itu. Agar bisa menjadi tuan rumah babak penyisihan Piala Dunia.

Kebetulan penguasa Iran saat ini sangat moderat. Tidak suka kekerasan.

Bagikan berita ini:
5
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar