Tambang Pasir Resahkan Warga Segeri

0 Komentar

Tambang pasir yang dikeluhkan masyarakat Desa Parenreng dan Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri.

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Masyarakat yang ada di Kelurahan Bonto Matene dan Desa Parenreng, Kecamatan Segeri mengeluhkan aktivitas penambangan di Sungai Parenreng-Bonto Matene yang telah berlangsung sejak bertahun-tahun. Aktivitas tambang itu kini menjadi ancaman serius bagi kerusakan lingkungan sekitar bantaran sungai.

Salah seorang warga Desa Parenreng, Tamrin menjelaskan, aktivitas penambangan pasir yang dilakukan itu juga diduga ilegal, sebab tidak ada tanda-tanda papan proyek pada sepanjang sungai ini.

Menurutnya, aktivitas tambang ini sangat merugikan masyarakat sekitar, kawasan persawahan dan kebun yang terletak tidak jauh dari penambangan, berakibat pada gagal panen yang dirasaka petani, sebab air yang digunakan dari aliran sungai itu semakin dalam, mengakibatkan air asin masuk ke areal persawahan dan kebun-kebun masyarakat.

“Semenjak beroperasi aktivitas tambang pasir ini, hasil panen kita kurang, bahkan ada yang gagal panen, disebabkan air laut naik, karena kondisi penggalian tambang semakin dalam. Kebun-kebun yang ada tidak jauh dari sungai juga tidak bisa lagi di garap karena rembesan air laut masuk,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut, dampak dari aktivitas tambang itu, daerah bantaran sungai rawan longsor, disebabkan aktivitas pengerukan yang terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

“Sangat berbahaya jika terus dibiarkan seperti itu, akan memicu longsor terjadi di bantaran sungai, pihak-pihak terkait kami sangat harapkan langkah tegasnya untuk menindak penambang ini,” tegasnya.

Kepapa Dinas Lingkungan Hidup Pangkep, Agussalim mengaku, tidak pernah mengeluarkan rekomendasi operasi untuk aktivitas penambangan pasir yang ada di Kecamatan Segeri.

“Kalau kita tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk penambangan yang dimaksud. Apalagi sungai, itu harus ada izin dari balai besar sungai. Namun, kami akan cek ke pemerintah setempat,” ucapnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong, mengaku, akan menurunkan personelnya untuk meninjau lokasi penambangan ilegal itu.

“Segera kita akan turun tinjau lokasi tambang itu, pernah memang kita ke lokasi namun tidak ditemukan aktivitas pada saat itu, sehingga kita akan kembali mengecek dan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait tambang di Segeri itu,” paparnya. (fit)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...