Terduga Teroris Jual Ayam Geprek, Miliki Senjata dan Tiga Dus Peluru

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANDUNg– Operasi penangkapan terduga teroris disejumlah daerah makin gencar dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Kali ini corps berlogo burung hantu itu menggeledah sebuah rumah di Saturnus Regency, Jalan Manjahlega, Kota Bandung, Jabar, Senin malam.

Penggeledahan dilakukan karena masih terkait dengan adanya penangkapan tiga orang terduga teroris berinisial N, JJ dan AAS yang dilakukan pada siang hari.

Ketua RT 1 Jalan Manjahlega, Aam Rohiman, 45, mengaku tidak mengetahui secara spesifik identitas orang yang ditangkap di lingkungannya itu. Namun yang dia ketahui, hanya sebatas bahwa orang yang ditangkap tersebut merupakan anak buah AAS.

“Penggeledahan mulai sekitar pukul 21.30 WIB, kata polisi ini pengembangan penyelidikan yang dari Antapani dan di Komplek Grand Sharon, saya tidak tau siapa identitas yang di sini, yang jelas katanya dia itu anak buahnya AAS yang tinggal di Grand Sharon,” kata Aam.

Diketahui terduga teroris yang berada di lingkungannya tersebut baru empat hari tinggal di sana dan membantu berjualan ayam geprek. Namun, sang pemilik usaha tersebut tidak mengetahui bahwa terduga teroris itu telah diincar oleh Densus 88.

“Jadi si pemilik usaha ngontrak rumah disitu lalu berjualan ayam geprek dan pisang nugget, teroris itu baru empat hari kerja, katanya pemilik usaha itu masih satu keluarga dengan AAS,” kata dia.

“Tapi pemilik usaha itu tidak tahu bahwa seorang yang bekerja disitu serta AAS merupakan terduga teroris,” tambahnya.

Dari penggeledahan tersebut berdasarkan kesaksian Aam, Densus 88 menyita tiga buah senapan laras panjang, dua pistol jenis FN beserta peredamnya, peluru sekitar tiga setengah dus dan sejumlah pisau.

“Jadi katanya rumah itu jadi tempat penyimpanan barang-barang milik AAS, pemilik rumah tersebut yang masih satu keluarga juga tidak tahu ada senjata-senjata itu,” ujar Aam.

Beragam senjata tersebut, kata dia, dibawa menggunakan tiga kantung plastik besar oleh sekitar 20 aparat Densus 88 yang melakukan penggeledahan. Selain itu, ada juga dokumen-dokumen yang turut dibawa oleh penggeledah tersebut. Karena rumah tersebut sudah dipantau sejak empat bulan yang lalu, tambahnya.

Sementara itu, kediaman AAS yang berlokasi di Komplek Grand Sharon, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung pun turut digeledah.

Berdasarkan informasi, selain dua lokasi tersebut Densus 88 juga turut menggeledah kediaman teroris yang berada di Antapani. Diduga ketiga terduga teroris tersebut termasuk ke dalam jaringan teroris JAD Bandung.

Aam menyebut berdasarkan informasi yang diterima dari Densus 88, mereka akan melancarkan aksinya saat pelantikan presiden. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...