Traveller, Pakaian Longgar Jaga Miss V Tetap Sehat

1 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —Traveling salah satu cara untuk menyegarkan pikiran. Namun bagi wanita, meski asyik berwisata, kesehatan area intim harus tetap terjaga.

Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Hikmah, Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Hikmah, dr Alwi Andi Mappiasse, SpKK PhD FINSDV FAADV mengatakan saat traveling, keputihan berlebihan rentan terjadi. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki terlalu lama penyebabnya.

Tak pelak, area miss v berisiko lembap dan mudah terinfeksi kuman, jamur, serta bakteri. Olehnya itu, Alwi menyarankan menggunakan pantyliner. cara ini dianggap praktis dan tidak mengharuskan membawa dalaman yang banyak.

Saran lain adalah dengan tidak menggunakan pakaian dalam dan celana jin ketat, karena akan mengganggu sirkulasi darah serta membuat panas area kewanitaan. Terjadi gesekan terus menerus juga bisa membuat miss v lembap dan keputihan menjadi banyak. “Biasanya banyak yang pakai pakaian dalam g string padahal tidak bagus karena terlalu ketat,” ungkapnya.

Usai melakukan traveling seharian, sebaiknya langsung membersihkan area miss v dengan air yang hangat. Setelah itu baru membasuh dengan air biasa. Usai dibasuh, keringkan dengan tisu. Jangan menggunakan tisu yang kasar karena bisa membuat miss v iritasi. Pastikan tidak ada serat yang tertinggal karena bisa menyebabkan bakteri dan jamur berkembang.

Saat menstruasi, gunakan pembalut yang tidak mengandung pewangi dan tidak berserat. Bersihkan dahulu miss v sebelum memasang pembalut kembali karena bekas darah tersebut bisa menyebabkan masuknya bakteri. “Jangan menggunakan pembersih miss v yang mengandung pewangi karena akan merusak suasana flora baik di dalamnya,” teran Alumnus Program Doktor Toyama University Japan tersebut.

Spesialis Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Unhas, Prof Dr dr Anis Irawan Anwar SpKK(K), FINSDV FAADV menuturkan, tak hanya soal kebersihan, namun suasana yang ada di dalam miss v harus tetap dijaga. Seperti tidak memberikan pewangi apapun di area miss v, sebab miss v sejak dahulu mempunyai pertahanan dan mampu membersihkan areanya sendiri. Jika ada benda asing yang masuk akan membuat keadaan flora (bakteri) di dalam miss v terganggu hal ini memunculkan bakteri jahat yang masuk.

Pembersihan menggunakan bahan tersebut hanya membuat miss v berbau wangi dari luar. Namun, hanya memberikan efek wangi sebentar saja. Jika terus menerus diberikan maka akan berbahaya, “Ketidakseimbangan situasional di dalam miss v ini yang sebelumnya asam akan berubah, akhirnya memunculkan bakteri jahat yang akan masuk,” ujarnya. (fajar)

Penulis : RAHMADANI INDAH ABADI
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...