2020 Gowa Ingin Stunting Bukan Sekadar Sosialisasi

0 Komentar

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan.

FAJAR. CO. ID, SUNGGUMINASA — Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan membuka secara resmi sekaligus memberikan materi tentang sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting yang diadakan oleh PKK Kecamatan Palangga di Hotel Santika Makassar, Selasa, 15 Oktober.

Dihadapan para Kader PKK Desa/Kelurahan Se-Kecamatan Pallangga, Priska Adnan mengingatkan betapa pentingnya menjaga lingkungan yang bersih sebagai upaya dalam pencegahan dan penanggulangan stunting serta sangat menekankan jangan hanya sosialisasi tetapi harus dilakukan implementasi.

Karena seperti yang diketahui, jumlah penduduk di Gowa mencapai 700 ribu jiwa, sedangkan jumlah balita di Gowa sebanyak 552 balita. Penderita stunting sebesar 44 persen berada di Kecamatan Palangga, untuk itu perlu dilakukan pencegahan. Apalagi Kabupaten Gowa menjadi daerah keempat tertinggi stunting.

“Sehingga saya berharap untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare adalah cara tepat untuk menangani stunting,” jelas istri Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pallangga, Rismawaty Kadir Nyampa dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bukan hanya sekedar seremoni semata, sebab stunting berbahaya.

“Kami membuat inovasi pencegahan stunting dengan sayur kelor, kami menginstruksikan setiap kader wajib menanam pohon kelor minimal dua pohon per desa sehingga saat ini ada lima desa di Kecamatan Palangga menjadi kawasan pohon kelor yabg juga bisa di ekspor ke Jepang. Bahkan, dengan adanya pohon kelor di Palangga, kami telah membuat inovasi berupa kripik, kue tradisional, dan obat-obatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muhammad Asrul berharap tahun 2020 permasalahan stunting di Gowa tidak lagi sosialisasi tapi lebih kepada pencegahannya, apalagi Pemkab Gowa akan memberi bantuan dalam menangani stunting.

“Saya juga berharap kepada ibu-ibu yang ingin melahirkan sebaiknya melahirkan di Puskesmas, karena kami ingin melakukan pendataan,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Pallangga, Taufik M Akib, Kepala Puskesmas Palangga, dr Gaffar, dan pengurus PKK Kecamatan Palangga. (ica)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...