Coca-cola Plastic Reborn 2.0, Kolaborasi dengan Dua Startup Sulsel

0 Komentar

Coca-Cola Indonesia mengelar "Plastic Reborn 2.0" yang merupakan program untuk mewujudkan visi World Without Waste. (Foto : Yusran /FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dalam mewujudkan World Without Waste, Coca-Cola bersama para mitra terus berupaya untuk membantu mencari solusi terkait dengan permasalahan kemasan plastik. 

Di Indonesia, Coca-Cola menerapkan visi World Without Waste melalui inisiatif “Plastic Reborn 2.0” yang akan menjadi payung dalam berbagai inisiatif keberlanjutan dalam penanganan sampah plastik. 

Public Affairs and Communications Director Coca-Cola Indonesia, Triyono Prijosoesilo, mengatakan, Plastic Reborn merupakan upaya Coca-Cola Indonesia untuk memberikan pemahaman baru, bahwa kemasan plastik pasca konsumsi dapat dimanfaatkan kembali.

“Artinya bisa tersuplay agar memiliki nilai bisnis sehingga dapat tercipta sebuah ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” ucap Triyono pada acara bincang-bincang Plastic Reborn 2.0 di Iconic Cafe, Rabu (16/10).

Sebelumnya, melalui Plastic Reborn 1.0, Coca-Cola telah berhasil mengedukasi lebih dari 4.300 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan juga memfasilitasi pengumpulan kemasan plastik pasca konsumsi di lebih dari 100 titik sekolah dan Universitas di kawasan Jakarta dan Bekasi. Hasilnya telah dikelola dan diproses menjadi tas serbaguna bernilai komersial. 
Nah, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dari CocaCola, pada tahun 2019 ini Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama Ancora Foundation telah meluncurkan “Plastic Reborn 2.0”. 

Sebuah Ianjutan dari program kolaborasi yang menggandeng startup di bidang pengolahan sampah untuk membangun ”marketplace” agar mendorong terbangunnya ekosistem ekonomi sirkular. 

”’Di PLASTIC REBORN 1.0’, kami mempelajari bahwa dasar pengelolaan sampah yang berkelanjutan adalah pengumpulan limbah kemasan (waste collection) yang tepat dan harus dimulai dari pemilahan di rumah tangga,” lanjutnya. 

Triyono menegaskan, “Plastic Reborn 2.0” berorientasi pada penggunaan teknologi, dengan pendekatan unik akselerasi bisnis berbasis kemasan plastik pasca konsumsi.

Ancora Foundation sebagai mitra CCFI di Plastic Reborn 2.0 berperan sebagai pelaksana yang memiliki fungsi untuk, yakni Engage (fase seleksi & pitching), Nurture (fase akselerasi) dan Advance (fase amplifikasi). 

Ancora Foundation telah mengidentifikasi dan menyeleksi 20 organisasi yang fokus pada pemanfaatan teknologi dalam hal sistem pengumpulan dan recycling sampah di Indonesia untuk dapat masuk ke dalam program ini. (tam) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...