Bupati Pinrang Dilema Tindak Penambang yang Resahkan Warganya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PINRANG — Bupati Pinrang, Irwan Hamid sudah berkoordinasi dengan pihak PT Alam Sumber Rezki. Namun, ia mengaku dilema.

Sejauh ini, Irwan mengatakan sudah meminta agar aktivitas tambang di Desa Salipolo, Kecamatan Cempa untuk sementara dihentikan. Tetapi ia tak bisa menjamin itu bisa terus disetop atau tidak.

“Pihak perusahaan memiliki legalitas. Jadi sebenarnya tidak bisa melarang begitu saja atau menghalangi mereka untuk beroperasi seterusnya,” ujarnya. 

Irwan pun membeberkan, penambangan harus disetop dulu. Ini agar bisa meredam kemarahan warga yang sebelumnya berdemo pada Minggu, 13 Oktober dengan membawa bambu runcing.

“Biar semuanya tenang dulu sembari mencarikan solusi terbaik dengan mempertemukan pihak perusahaan dengan warga setempat demi kepentingan bersama,” tutupnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pinrang, Sudirman membenarkan, sebenarnya analis dampak lingkungan (Andal) PT Alam Sumber Rezki ini sudah sesuai. Sudah legal.

“Yah, semoga segera ada solusi dan warga bisa menerimanya,” ujarnya.

Akbar, warga desa Salipolo membeberkan, sebenarnya yang ditolak warga adalah imbas sepuluh dua tahun kedepannya adanya tambang ini. Sebab, bila terus dibiarkan akan ada empat desa terancam tenggelam.

“Ada Desa Salipolo, Desa Bababinanga, Desa Paria, dan Desa Tadang Palie. Ini bisa semua kebanjiran. Tidak ditambang saja sudah langganan banjir tiap tahun,” tutupnya. (sua) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...