Kecanduan Seks, Ini Tanda-tanda dan Bahayanya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID– Aktivitas seksual dapat memberi manfaat positif bagi kesehatan. Namun, jika aktivitas seksual dilakukan secara berlebih dan sudah mendominasi pikiran seseorang hingga membuatnya kecanduan, maka aktivitas ini justru akan merugikan kesehatan –baik secara mental maupun fisik.

Dalam tahap kecanduan, seks jadi tidak ada bedanya dengan rokok ataupun narkoba yang bisa memberi efek sakaw bagi seseorang, bila tidak melakukannya untuk beberapa saat. Lalu, apa saja tanda-tanda seseorang telah mengalami kecanduan seks?

Tanda-tanda kecanduan seks

Sebenarnya, tidak ada angka mutlak yang membatasi seseorang melakukan aktivitas seksual dalam rentang waktu tertentu.

Kalaupun aktivitas seksual yang dilakukan tergolong sering, tapi tidak sampai mengganggu kegiatan lain, tidak mendominasi pikiran, dan masih dapat diterima pasangan, maka masih dapat dikatakan normal.

Akan tetapi, jika pikiran tentang seks terus-menerus menghantui, hingga kemudian sulit melakukan kegiatan lain atau tidak mampu fokus terhadap hal lainnya, maka kondisi ini sudah dapat tergolong sebagai kecanduan seks.

Biasanya, seseorang yang mengalami kecanduan seks akan merasakan hal-hal seperti:

Merasa tidak dapat mengendalikan nafsu seksual
Tidak mampu mengatur kehidupan sehari-hari akibat aktivitas seksual yang dilakukan
Merasa malu akan aktivitas seksual yang dijalani
Tidak mampu fokus pada hal lain
Mudah berhubungan seks, bahkan dengan seseorang yang belum dikenal dekat
Berbohong pada orang lain tentang pola seksual yang dimiliki
Merasa bersalah setelah melakukan seks, namun mengulanginya kembali

Jika-jika hal-hal di atas sudah mulai dirasakan, maka ada baiknya Anda segera mencari bantuan.

Kecanduan seks sama seperti dengan kecanduan lain seperti rokok, alkohol, atau obat terlarang. Bila sudah menguasai penderitanya, akan sulit keluar dari jeratnya tanpa bantuan orang di sekitarnya.

Bahaya kecanduan seks

Seseorang yang kecanduan seks juga berisiko mengalami beragam gangguan, baik secara mental maupun fisik. Khusus untuk gangguan dalam hal mental atau kejiwaan, dapat berupa:

Rasa cemas terus-menerus
Tidak tenang dalam keseharian
Depresi
Merasa tidak berharga, malu, dan menarik diri dari kehidupan sosial

Gangguan di atas tentu akan sangat mengganggu penderitanya. Bila tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin depresi yang jadi ujungnya.

Pada akhirnya, penderita jadi tidak lagi mampu menjalankan fungsinya sebagai pribadi dan makhluk sosial bagi sekelilingnya. (klikdokter/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...