Prostitusi di Kota Religi, Tarif Sekali Kencang Rp1,2 Juta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, DEPOK — Depok yang terkenal dengan kota religius sangat ketat memberantas praktik prostitusi. Hampir tidak ada lokalisasi di Kota Depok, Jawa Barat, karena penjagaan ketat dari Satpol PP.

Namun bukannya hilang, praktik esek-esek kian modern. Malah, terselubung di megahnya apartemen di seputaran Jalan Raya Margonda.

Tidak sulit untuk mencari siapa teman kencan, waktunya juga tak terbatas, kapan saja bisa mengakses wisata esek-esek di Kota Depok. Lebih mudah, tidak harus ke lokalisasi, hanya dengan memanfaatkan media sosial (medsos) bisa dengan mudah mencari pasangan kencan.

Banyak akun media sosial yang dimanfaatkan penjaja seks komersial di Kota Depok. Radar Depok (fajar grup) berupaya menelusuri Twitter, mungkin sudah tidak asing bagi menikmat wisata seks di Kota Depok untuk memanfaatkan Twitter sebagai tempat buruannya mencari pasangan kencan.

Tinggal menulis di kolom pencarian Twitter dengan mengetik ‘BO Depok’ atau ‘#bispakdepok’, maka secara otomatis akan keluar nama akun esek-esek di Kota Depok.

Mereka biasanya sudah menempatkan tarif, untuk setiap kali kencan. Meyiapkan kamar untuk berkencan, di beberapa apartemen di Kota Depok.

Guna menarik pengunjung beranda Twitter mereka biasanya tak segan memajang foto seksi, disertakan tarif, dan tempat di mana mereka berada. Untuk mempermudah pelanggan, akun tersebut juga memasang nomor WhatsApp (WA).

Seperti dengan salah satu akun twitter, @Sisil11707399 yang menyertakan nomor WA di twit-nya. Saat dicoba dihubungi melalui WA, dia seperti sudah tahu bahwa yang menghubungi adalah pelanggannya.

Setelah dihubungi dia langsung menawarkan jasa, ‘Open Bo’ balasan chat pertamanya saat dihubungi. Selanjutnya dia langsung membalas aturan dan harga yang diminta. Harganya tentu bervariasi.

@Sisil11707399 membanderol harga Rp1,2 juta sekali bercinta. Harga itu sudah termasuk kamar dan alat kontrasepsi. Tapi tidak perlu kaget, bisa menawar harga. Dalam perdebatan tawar-menawar, mereka kadang menerima meski hanya dibayar Rp500 ribu.

Tidak hanya itu, akun Twitter @codjasmin1 yang menawarkan pelayanan seks sekali kencan dengan harga Rp1,2 juta. Mereka rata rata menggunakan apartemen yang berada di sepanjang Jalan Margonda Raya.

Mengingat maraknya fenomena tersebut, Satpol PP Kota Depok tidak bisa berbuat banyak, mereka bahkan belum memiliki program tentang penanganan prostitusi online di Kota Depok.

“Kami itu (penangan prostitusi online), kami belum ada,” kata Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok Taufiqurrahman dikutip dari radardepok.com.

Dia mengatakan, selama ini hanya melakukan penertiban dengan melakukan pendataan kepada pengunjung di sejumlah apartemen. “Secara normatif kami melakukan penertiban di sejumlah tempat yang dicurigai,” tegas Taufiqurrahman. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...