Soesilo Toer: Pembajak Buku Seperti Benalu

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR---Pembajakan buku menjadi perhatian serius. Para penulis hingga toko buku merasakan dampak kerugian. Mata rantai pembajakan harus diputus.

Tiga toko buku di Makassar, Paradigma Group, Dialektika Book, Toko Buku Intuisi bersama pegiat literasi, Soesilo Toer dan Muhidin M Dahlan selaku penulis menggelar deklarasi anti pembajakan buku.

Soesilo Toer menyatakan diri mendukung gerakan anti pembajakan. Pasalnya pembajakan buku secara jelas merugikan. Bahkan menurutnya pembajak ini serupa dengan benalu.

"Pembajak buku seperti benalu yang hidup dari tenaga dan pikiran orang lain.Makanya saya dukung anti pembajakan. Kalau perlu sampai mati," ujarnya adik Pramoedya Ananta Toer dalam acara Bincang-Bincang Pembajakan Buku di Kopisentris, Rabu, 16 Oktober.

Muhidin M. Dahlan mengatakan, proses dalam menerbitkan buku sangat berat. Ada banyak proses yang harus dilalui sebelum sebuah tulisan dibukukan.

Kurang lebih ada 15 proses yang harus dilalui pembuatan buku original sedangkan buku bajakan hanya bermodalkan buku asli yang difotokopi saja.

"Betul harganya (buku bajakan) murah karena tidak membayar penulis, dia hadang di percetakan. Karena itu kalau itu dibiarkan merusak ekosistem penerbitan," ujarnya penulis buku Tuhan, Izinkan Aku Jadi Pelacur. (abd)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan