Tips Membuat Minuman Temulawak untuk Sakit Pinggang Ala Dosen Farmasi UMI

0 Komentar

Dosen UMI bersama sejumlah warga.

FAJAR.CO.ID — Begitu banyak tanaman di sekitar kita, namun masyarakat belum bisa memanfaatkannya secara maksimal untuk kesehatan. Tim Dosen Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia Farmasi UMI, telah melakukan pengabdian kepada masyarakat terkait pembuatan obat tradisional di Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama tiga tim yaitu Risda Waris bersama Asni Amin, dan Ahmad Najib melatih pembuatan minyak aromaterapi Cap Paddinging, Virsa Handayani memberikan pelatihan pembuatan sabun herbal daun bidara, kemudian Andi Amalia Dahlia  melakukan pelatihan pembuatan sediaan minuman instan temulawak.

Andi Amaliah Dahlia memberikan tips cara membuat minuman temulawak. Siapkan temulawak 1,5 kg, gula pasir 500 gram, jeruk nipis, 50 gram dan air secukupnya.

Temulawak dicuci bersih kemudian diparut blender atau juicer. Hasil parutan temulawak disaring dengan menggunakan kain, sehingga diperoleh sari temulawak.

Sari temulawak dimasak sampai berkurang jumlah air atau menjadi kental, lalu bersama dengan itu masukkan gula pasiR kemudian diaduk terus menerus dan nyala api sedang atau kecil. Pengadukan dilakukan tanpa jeda sampai terbentuk kristal atau sari temulawaknya menjadi kering. Jika sudah terbentuk, tambahkan sari jeruk nipis yang sudah dikeringkan menggunakan alat khusus (freez-dry).

Kemudian serbukkan dan disaring, serbuk dimasukkan ke dalam wadah kemasan. Minuman temulawak siap disajikan, “Manfaatnya dapat menjadi obat pada masalah sakit ginjal, sakit pinggang, asma, maag, sakit perut, menghilangkan bau amis saat haid, sembelit, menambah nafsu makan dan masih banyak lagi,” tambahnya.

Dekan Farmasi UMI, Racmat Kosman mengatakan, kegiatan pengabdian adalah sebagai bentuk PKM (pengabdian kepada masyarakat) dan wujud  pelaksanaan dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi UMI bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) UMI di desa binaan Universitas Muslim Indonesia,  dan melibatkan semua tim dosen Fakultas Farmasi.

Rachmat menambahkan bahwa kegiatan PKM ini sebagai bentuk komitmen Fakultas Farmasi dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat yang dilaksanakan setiap tahun. (wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...