Warga Mangkutana Diminta Cabut Sawitnya dan Kosongkan Lahan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MALILI– Masyarakat Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur mengeluhkan sikap PT Sindoka untuk mengosongkan lahan serta mencabut tanaman di atas lahan hak guna usaha (HGU). Tanaman kelapa sawit sudah berbuah dan rumah warga sudah permanen.

Kepala Operasional PT Sindoka, Rahmat Darmawan mengatakan telah menyurati warga untuk mengosongkan lahan. Kawasan HGU ini harus diawasi. ”Banyak warga pendatang baru di lokasi HGU,” paparnya.

Camat Mangkutana, Sri Mulayani mengatakan, sebenarnya warga Mangkutana sudah tahu lokasi HGU PT Sindoka. ”Keberadaan warga di lokasi HGU hanya menanam tanaman jangka pendek,” kata Sri.

Menurutnya, Sindoka telah menyepakati adanya warga memanfaatkan lahan HGU. Namun, masalah karena ada pendatang baru menggarap lahan. Sementara ada kelompok tani yang menyurat ke DPRD memprotes kebijakan.

Kondisi ini membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur memanggil manajemen PT. Sinar Indonesia Merdeka (Sindoka), selaku pemegang hak guna usaha (HGU) di Kecamatan Mangkutana dan Kalaena.

DPRD Luwu Timur telah mengagendakan rapat sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat di kecamatan Mangkutana dan Kalaena. ”Warga di daerah itu diperintahkan mengosongkan lahan dan mencabut semua tanaman di atas lahan HGU, sesuai dengan surat yang dilayangkan manajemen PT. Sindoka,” tutur Tugiat anggota DPRD Luwu Timur dari Fraksi Nasdem.

Menurut Tugiat, lahan HGU seluas 3.509 hektare yang dikuasai PT. Sindoka sejak 31 Desember 2107 lalu telah berakhir masa berlakunya. “Menurut ketentuan 2 tahun sebelum HGU berakhir, maka perusahaan wajib mengurus perpanjangan. Nah, setelah kami kros cek ternyata belum dilakukan perpanjangan oleh PT. Sindoka hingga saat ini,” sambung Tugiat.

Berdasarkan fakta ini, lanjut Tugiat, maka status lahan HGU yang selama ini dikuasai PT. Sindoka harus dikembalikan kepada Negara.

Asisten pemerintahan Luwu Timur, Dohri Asari mengatakan pemerintah daerah meminta kepada PT. Sindoka untuk tidak melakukan kegiatan fisik di lapangan sebelum proses permohonan HGU nya rampung di Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Lahan HGU yang dikuasai PT. Sindoka seluas 3.509 hektare berlokasi di kecamatan Mangkutana dan Kalaena dan tersebar pada 4 desa yakni Teromu, Karoncia, Kasintuwu dan Non Blok. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...