Buah Mahoni Mempercepat Penyembuhan Luka, Sel Baru Tumbuh Kurang 24 Jam

0 Komentar

Dosen Biologi UNM, Hartati memperlihatkan hasil risetnya di Laboratorium, Rabu, 16 Oktober. ABE BANDOE/FAJAR

Pahit namun berkhasiat bagi kesehatan. Buah Mahoni juga dapat memacu pertumbuhan sel baru. Kurang dari 24 jam.

EDWARD AS
Tamalate

Ukuranya kecil dan tipis. Rasanya sangat pahit. Namun, di balik rasa itu, ada khasiat yang sangat besar. Obat luka, salah satunya.

Senyawa aktif pada buah bernama latin Swietenia mahagoni L ini memiliki kemampuan memacu pertumbuhan sel baru. Utamanya pada luka sayatan.

Pengolesan ekstrak buah Mahoni pada konsentrasi 0,001 persen bisa menutup luka sayatan kurang 24 jam.

Disertasi dosen Biologi Universitas Negeri Makassar (UNM), Hartati menguraikan manfaat buah mahoni untuk dunia kesehatan.

FAJAR menemui Hartati untuk berbagi manfaat buah kecil nan pahit itu, Rabu, 16 Oktober, kemarin. Masih mengenakan jas praktikum berwarna merah muda,

Hartati memperlihatkan hasil ekstraksi buah Mahoni yang dia teliti. Dengan nada suara yang lembut, wanita lulusan Universitas Teknologi Malaysia itu menuturkan, dari bahan kecil dan ringan itu, dirinya mendapatkan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D).

Dari penuturan Hartati, proses mendapatkan senyawa aktif dari buah mahoni cukup mudah. Dimulai dari pengeringan buah tua selama lima hari, kemudian dicincang.

Sebelum dilakukan penghalusan dengan blender, kembali dioven. Tujuannya agar kadar airnya semakin berkurang. Setelah itu dilakukan ekstraksi minyak menggunakan pelbagai cara.

“Saya pakai beberapa cara saat itu, yakni Supercritical Fluid Extraction (SFE) dan Supercritical carbon dioxide. Dan ini semua saya lakukan di Malaysia,” kata Hartati, Rabu 16 Oktober.

Lebih lanjut wanita kelahiran Bakkoe, Bone, 5 April 1974 ini menjelaskan, senyawa aktif dalam minyak biji Mahoni memiliki kemampuan sebagai obat luka sayat. Senyawa itu dapat memacu pertumbuhan sel baru. Pengujiannya secara in vitro pada sel fibroblast manusia. Pada pengujian menggunakan hewan uji tikus putih juga menunjukkan khasiat serupa.

Namun ada yang unik dalam temuan tersebut. Konsentrasi yang tinggi tidak selamanya memberikan dampak yang lebih bagus dibandingkan konsentrasi kecil.

Dalam konsentrasi 0,1 persen setelah pengolesan, belum dapat menutup luka secara sempurna. Begitu pun dengan konsentrasi 0,01 persen, tidak memperlihatkan hal serupa. Hanya, lebih baik dari konsentrasi 0,1.

Pada penggunaan konsentrasi 0,001 persen. dalam jangka waktu 24 jam, luka sudah dapat tertutup sempurna oleh sel baru. “Kesimpulannya, konsentrasi yang rendah jauh lebih baik,” bebernya.

Ibu dua anak ini menambahkan, kini sedang mengembangkan produk berupa salep/gel untuk pengobatan luka. Produk tersebut sudah jadi, namun masih harus diuji oleh laboratorium yang memiliki sertifikasi, sebelum izin BPOM-nya diterbikan.

“Salep luka dari buah Mahoni selain memiliki kemampuan obat luka, juga menjadi antimikroba. Sangat baik untuk penyembuhan,” bebernya.

Perempuan pencinta traveling ini menambahkan, untuk mendapat manfaat dari ekstrak buah Mahoni, bisa dilakukan secara tradisional. Salah satunya dengan penyaringan atau pembuatan minyak dengan cara diperas.

Buah Mahoni ini memiliki khasiat antioksidan dan antimikroba yang cukup tinggi.

“Kini banyak yang membuat ekstrak buah Mahoni dengan mengemas dalam kapsul. Cara ini sangat ampuh agar rasa pahit hilang,” tambahnya. (*/rif)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...