Dewan Minta Bupati Wajo Tepati Janji ke Warga

0 Komentar

Jembatan darurat di Bungawae Desa Tangkoro Kecamatan Pitumpanua belum juga dibangun. Kini masyarakat setempat menagih janji Bupati Wajo Amran Mahmud.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Jembatan darurat di Bungawae Desa Tangkoro Kecamatan Pitumpanua belum juga dibangun. Kini masyarakat setempat menagih janji Bupati Wajo Amran Mahmud.

Hal tersebut disampaikan legislator dari Fraksi Gerindra, Herman Arif. Ia kecewa kepada Bupati Wajo Amran Mahmud, lantaran dinilai lambat dalam menangani jembatan tersebut, pasca terputus saat terjadi longsor pada 27 April lalu.

“Seharusnya pemerintah memperhatikan ini, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Bukan hanya masyarakat Wajo, tetapi ini menghubungkan masyarakat Sidrap juga,” kritiknya kemarin.

Padahal sebelumnya, lanjut anggota Komisi II DPRD Wajo ini. Bupati Wajo telah berjanji dihadapan masyarakat saat turun langsung memantau, saat terjadi bencana longsor.

“Saya heran kenapa sudah 6 bulan juga ada action dari Pemkab Wajo, sementara jembatan darurat dari batang kelapa itu sudah berkali-kali di ganti menggunakan swadaya masyarakat Wajo dan Sidrap,” terangnya.

Ketua BPD Desa Tangkoro, Kamaruddin menjelaskan, akses itu menghubungkan Bungawae Desa Tangkoro dan Belawae Desa Dengeng-Dengeng Sidrap, sampai sekarang belum pembangunannya.

“Pengendara sekarang perlu ekstra hati-hati untuk melintasi karena masih menggunakan jembatan darurat dari batang pohon kelapa,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi, dan Penataan Ruang Wajo, Andi Pameneri mengakui, sebelumnya sudah memasukkan proposal bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana pada Mei lalu, ke Badan Pengelolaan​ Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wajo. Namun tidak membuahkan hasil.

“Katanya regulasinya harus menunggu perubahan anggaran untuk di pindahkan ke Rencana Kerja Angggaran (RKA) Dinas Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Konstruksi, dan Penataan Ruang. Ternyata setelah perubahan anggarannya tidak ada masuk,” akuinya.

Kendati begitu, ia pun memastikan akses Wajo-Sidrap yang terputus tersebut, pembangunannya dilaksanakan di APBD pokok 2020 mendatang.

“Sudah saya laporkan ke Pak Bupati dan ini kami sudah anggarkan Rp300 juta di 2020. Sudah saya masukkan di RKA juga,” tutupnya.

(ADV : Humas dan Protokol DPRD Wajo)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...