HPS Jadi Momentum Kebangkitan Kakao Indonesia

Kakao kata Prihasto, ini cukup potensial. Karena sejauh ini pendekatan teknologi yang dilakukan empat tahun ke depan sudah bisa menjadi nomor satu dalam ekspor kakao kelas dunia. Di sisi lain, dirinya akan terus mendorong pertanian sagu tersebut. Saat ini, dirinya akan meminta data se-Sultra terkait luasan tanaman sagu.

"Kita dorong komoditas agu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendongkrak posisi, minimal urutan kedua ekspor dunia. Di acara HPS nanti, kita akan tampilkan produk olahan sagu  berbasis teknologi," ungkap Prihasto.

Usai memantau beberapa titik lokasi, Prihasto puas dan mengaku optimis pelaksanaan HPS di Konsel dapat berjalan lancar. "Beberapa persiapan telah dimatangkan. Tim penyelenggara saya lihat sudah bekerja optimal. Saat meninau beberapa waktu lalu, area helipad masih hutan belantara. Saat ini sudah mencapai 60 persen," imbuhnya.

Sementara itu, Pj Sekprov La Ode Mustari menjelaskan Pemprov telah melakukan pembenahan sejumlah infrastrukur, baik jalan, lokasi panen raya kakao dan tempat Geltek, termasuk titik landing helipad. "Kami sudah siap, baik penyambutan tamu dari seluruh Indonesia, pameran teknologi dan kuliner olahan sagu. Dan pangan lokal lainnya. Sekira Rp.6 miliar anggaran kita siapkan untuk kesiapan pelaksanan HPS ini," ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Kesiapan sudah hampir rampung. Pemprov menargetkan H-7 semua titik sudah steril sampai hari pelaksanaan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...