Isap Lem di Depan Rumahnya, Kakak-Adik Diamankan TRC Dinsos Maros

0 Komentar

Ditangkap petugas usai isap lem.

FAJAR.CO.ID, MAROS — Dua orang anak diamankan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kamis, 17 Oktober. Masing-masing AM (17) dan GA (10).

Keduanya didapat petugas di Lingkungan Labuang Kelurahan Pettuadae Kecamatan Turikale. Kakak beradik ini diamankan setelah kedapatan mengisap lem di pelataran rumahnya.

AM mengaku sudah sebulan mengisap lem bersama adiknya. Awalnya ia dan adiknya hanya ikut-ikutan dengan temannya. Namun lama kelamaan ketergantungan.

“Ada teman yang ajar isap lem. Biasa mengisap di rumah juga. Tetapi sekarang sudah pindah, jadi sisa saya sama adik saya,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, lem itu ia beli dengan harga Rp10 ribu sampai Rp12 ribu.

“Satu kaleng kecil itu biasa saya gunakan berdua sama adik saya,” katanya.

Sehari-hari dia bekerja sebagai juru parkir di pelelangan ikan sehingga ia bisa membeli lem.

“Saya kan tidak sekolah. Putus sekolah sejak SD kelas 2. Sedangkan adik saya tidak sekolah sama sekali. Jadi biasa saya jadi juru parkir untuk bisa beli lem. Harganya itu Rp10 ribu sampai Rp12 ribu per kaleng,” katanya.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tunasosial, Muhammad Yusri, mengatakan, kronologis penangkapan keduanya berawal dari adanya laporan warga sekitar.

“Mungkin warga sekitar resah dan sering mendapati anak-anak ini mengisap lem di rumahnya. Jadi setelah mendapat laporan kita langsung turun dan mengamankan anak-anak ini,” katanya.

Saat diamankan, kata dia, ibunya tak berkutik. Sebab ibunya mengaku sudah angkat tangan dengan kelakuan anak-anaknya.

“Sudah beberapa kali ditegur sama orang tuanya tetapi ia tetap seperti itu,” katanya.

Dia juga mengatakan, adanya hal seperti ini juga disebabkan tingkat pendidikan orang yang rendah.

“Mungkin orang tuanya juga tidak tahu dampak dari mengisap lem itu, karena pendidikan mereka kurang,” pungkasnya.

Sedangkan, Pekerja Sosial Perlindungan Anak Dinas Sosial, Iksan, mengatakan, langkah selanjutnya pihaknya akan merujuk ke Klinik Napza.

“Kita rujuk ke klinik Napza untuk dilakukan asesmen dari BNN apakah positif atau negatif. Kalau positif kemungkinannya bisa dilakukan rawat inap atau rawat jalan,” jelasnya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...