Kisah Dokter Najma, Pantang Tinggalkan Wamena Demi Kemanusiaan

Kamis, 17 Oktober 2019 22:04

dr Najma (IST)

Hari-hari berikutnya di RS Wamena, kami cuma menangani pasien yang cuci luka agar tidak infeksi dan yang patah tulang distabilisasi.

Sebenarnya kejadian kerusuhan wamena pada 23 September lalu, malamnya dia ditelepon oleh dokter bedah dari beberapa kabupaten lain di Papua untuk mengevakuasinya kembali ke Makassar.

“Bahkan, esok paginya ketua IDI Papua juga sudah perintahkan evakuasi saya keluar dari Lani, tapi karena saya satu-satunya dokter bedah terdekat dari Wamena maka Sekda Kabupaten Keerom, Dirut RSUD Kwaingga, serta ketua IDI Papua meminta saya untuk turun ke Wamena membantu para korban. Karena situasi yang tidak kondusif akhirnya saya harus dikawal Kopassus dari Lani Jaya ke Wamena dan baru tiba pukul 22.00 di Wamena,” tuturnya lago.

Sangat sulit mencari dokter spesialis yang mau ke daerah konflik. Tetapi, dengan panggilan nurani sebagai dokter, dia harus bertahan membantu masyarakat di daerah ini.

Walaupun sebenarnya dr Najma sempat akan dievakuasi keluar dari Lani, tetapi dengan rasa kemanusiaan dan hati nurani, dia tetap bertahan dalam situasi konflik kemarin.

Bagikan berita ini:
8
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar