Pasca Revisi, Mulai Hari Ini KPK akan Sulit OTT

Foto : Iwan Tri wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK : Sejumlah Pegawai KPK menggelar aksi dengan cara menutup logo KPK di gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK akan berlaku besok (17/10). Hingga tadi malam (15/10), belum ada tanda-tanda Presiden Joko Widodo akan mengikuti tuntutan publik untuk menerbitkan perppu yang membatalkan revisi UU tersebut.

Padahal, publik sempat menaruh harapan saat Jokowi menyatakan bakal mempertimbangkan untuk mengeluarkan perppu.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memberikan pernyataan abu-abu terkait penerbitan Perppu KPK. ”Belum tahu. Tunggu aja nanti perkembangannya,” katanya saat ditemui setelah kegiatan Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta kemarin.

Sikap gamang presiden terhadap UU KPK hasil revisi mendapat sindiran tajam dari Ketua KPK Agus Rahardjo. Dengan berlakunya revisi tersebut, menurut Agus, matinya KPK tinggal menunggu waktu. Sindiran itu disampaikan Agus saat berbicara di depan para perwakilan pemda pada Sosialisasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah di Jakarta kemarin (15/10).

Dalam kesempatan tersebut, Agus mengulangi penyampaian Mendagri Tjahjo Kumolo tentang harapan agar pada periode kedua pemerintahan Jokowi tidak ada lagi operasi tangkap tangan (OTT). Agus pun bertanya-tanya soal itu. ’’Tidak ada OTT ini karena arah kita hanya ke pencegahan atau karena KPK-nya yang dimatikan,’’ katanya, menyindir.

Agus mengaku sudah berupaya menanyakan kepastian nasib KPK kepada Tjahjo yang saat ini menjabat Plt Menkum HAM. Khususnya, kepastian apakah Presiden Jokowi jadi mengeluarkan perppu atau tidak. Sebab, penentuan nasib KPK tinggal hari ini dan besok (17/10).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : rasid alfarizi


Comment

Loading...