Pasokan Listrik Andal, PLN Sasar Industri Makro dan Mikro

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan Sulawesi Tenggara telah terinterkoneksi, ditandai dengan tersambungnya ruas transmisi antara Malilili dan Lasusua.

Terinterkoneksinya kedua sistem ini, daya mampu yang dapat dievakuasi dari sistem Sulsel ke Sultra adalah sebesar 400 MW serta tentu saja membuka peluang investasi bisnis dari pelanggan Industri di Provinsi Sulawesi Tenggara.

PT Ceria Nugraha Indotama, perusahaan tambang yang memiliki smelter nikel telah menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) layanan khusus Premium Platinum bersama PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) dengan daya 350 MVA.

General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu menjelaskan bahwa saat ini PLN siap melayani kebutuhan listrik investor di Sulawesi Tenggara. "Kami siap melayani investor kapanpun, dimanapun, dan berapapun dayanya," pungkas Ismail.

Selain sektor Industri Makro, PLN juga menyasar pelanggan Industri Mikro di Sulawesi Tenggara. Salah satunya konversi energi dari genset ke listrik daya 197 kVA oleh pengusaha penggilingan padi UD Sinar Swastika di Kabupaten Konawe. Dengan konversi tersebut pelanggan dapat menghemat biaya produksi sebesar 30-50% setelah beralih menggunakan listrik.

Pemilik dari usaha tersebut Ketut Swastika mengatakan keuntungan yang didapatkan adalah tidak ada biaya untuk pembelian solar dan pemeliharaan material karena genset sudah di nonaktifkan.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...