Pesisir Lutra, Ada Sesar Palu Koro dan Matano Paling Aktif

0 Komentar

Mega trust wilayah sulawesi

FAJAR.CO.ID, MASAMBA-–Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur merupakan zona daerah rawan gempa. Seluruh daerah pesisir dan pegunungan daerah ini rawan bencana gempa.

Visbility BMKG Luwu Utara, Lili Gusalim, mengatakan daerah Luwu Raya ini dilalui dua sesar atau patahan aktif. ”Sesar Palu Koro melewati Luwu Utara dan Sesar Matano melewati Luwu Timur,” kata Lili kepada FAJAR, Rabu 16 Oktober.

Dua sesar ini menyebabkan seringnya terjadi gempa di Luwu Utara dan Luwu Timur. Pada saat gesekan sesar Palu Koro daerah ini dilanda getaran hebat. Namun, getaran paling kuat ada di Sulawesi Tengah.

Menurutnya, sesar Palu Koro memanjang dari Donggala melewati Kota Palu hingga ke Malangke dan teluk bone. Panjangnya mencapai kurang lebih 250 kilometer. Sementara patahan atau sesar Palu Koro kemudian bercabang ke Matano. Dimana pergerakan 2 – 17 melimeter (MM) per tahun.

Untuk wilayah Luwu Utara dan sekitarnya, sesar yang paling berpengaruh adalah Palukoro dan Matano.

Wilayah paling sering dilanda bencana adalah Luwu Timur. Kekuatan gempa maksimal 5 skala rickter. Gempa di Sorowako pernah mencapai 6 skala rickter Februari 2011 lalu. MeskI sering dilanda gempa bumi, tapi secara historis perairan teluk Luwu Utara tidak berpotensi tsunami.

Kepala BMKG Luwu Utara, Muslim Muhtar mengatakan, seluruh daerah pesisir Pantai di Luwu Utara rawan gempa bumi. ”Terutama daerah Malangke dan Malangke Barat,”kata Muslim.

Daerah ini sering gempa tapi tidak terasa. Skala gempanya sangat kecil. Sesar atau patahan di daerah ini sangat aktif. Namun, tidak rawan tsunami. Posisinya di daerah teluk. Kemudian, tidak ada sejarahnya daerah Malangke dan Malangke Barat dilanda tsunami. Palu dan Aceh memang pernah dilanda tsunami ratusan tahun silam.

Selain itu, sejumlah daerah yang dilanda gempa berada di Sabbang, Baebunta, Rampi, Seko, Masamba, Sukamaju, Malangke, dan Mappideceng. Gempa yang terakhir terjadi di Mappideceng dua pekan lalu. Namun, tidak dirasakan getarannya oleh warga.

Pemerintah melalui BMKG akan membangun alat seismograf. Ini meruPakan sebuah perangkat yang mengukur dan mencatat gempa bumi.

Alat ini ditempatkan di Meli, Kecamatan Baebunta. Perangkat ini akan dikonekkan dengan perangkat di Pusat Pengendalian Operasi Bencana (Pusdalog) BPBD Luwu Utara. Setiap akan ada bencana dapat dideteksi lewat alat ini. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...