Pilkades Bantaeng Berujung Masalah, IT-nya Eror

Kamis, 17 Oktober 2019 21:04

UNJUKRASA. Aksi unjukrasa depan kantor PMD Kabupaten Bantaeng.

Sementara itu, Pemerhati Demokrasi Resky menuturkan bahwa yang menjadi titik permasalahan pada Pilkades ini adalah proses penyelenggaraannya. Betapa tidak, seharusnya tidak ada pemungutan suara hingga malam hari.

“Ini kan berdasarkan Perbup nomor 32 tahun 2019, bahwa deadline pemungutan suara sampai jam 2.30, jika memang ada yang belum terakomodir pelaksanan melakukan pleno untuk penambahan waktu. Tetapi itu tetap tidak boleh melewati hingga malam,” kata Resky.

“Kemudian soal kotak suara ini, ada juga mekanisme. Jika ada gugatan dengan bukti kuat, harus mengajukan permohonan gugatan, lalu ada hasil penelitian kuat indikasinya. Maka bupati bisa mengeluarkan surat perintah atau rekomendasi untuk membuka kotak. Jadi kalau kesepakatan saja, itu tidak masuk dalam regulasi dan tidak kuat,” lanjutnya.

Selain Resky, adapula sejumlah NGO yang berasumsi bahwa sistim e-voting ini tidak efisien pada perhelatan pemilihan ini.

“Penggunaan siatim e-voting ini tidak efisien. Pemilihan sebelumnya juga ada yang bermasalah itu artinya bahwa ini tidak layak digunakan,” kata Danar, ketua Pemuda LIRA.

Bagikan berita ini:
7
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar