Suami Pembakar Istri Sempat Berkeliaran di Sekitar Kos dan Kembalikan Motor

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Maspuryanto, pembakar istrinya, Putri Nalurita, di rumah kos Ketintang Baru Gang IIA No 3 A, masih buron hingga sekarang. Meski begitu, pada Rabu pagi tersangka sempat berkeliaran di sekitar kosnya. Sebab, pria asal Pati tersebut kemarin mengembalikan sepeda motor milik penjaga kos yang sempat dibawanya kabur.

Sekitar pukul 09.00 kemarin Puryanto –sapaan akrab Maspuryanto– menghubungi Heri Suhandoyo, penjaga kos itu, melalui chat di WhatsApp (WA). Dia meminta Heri untuk datang ke Indomaret sekitar Ketintang Baru Tujuannya tak lain untuk mengembalikan sepeda motor Heri. ’’Dia chat saya, ’Pak motornya saya taruh di parkiran Indomaret’,’’ ucap Heri kemarin sore.

Tanpa pikir panjang, saat itu Heri langsung menghubungi pihak kepolisian. Tujuannya, selain mengambil motornya, petugas juga bisa menangkap Puryanto. Nah, dengan tergopoh-gopoh, dia mendatangi lokasi. Rupanya, sepeda motor matik tersebut sudah terparkir di sana.

Kunci sepeda motor ditaruh di laci sepeda motor. Dengan begitu, Heri tetap bisa menaikinya pulang. Sayang, saat Heri datang ke sana, Puryanto sudah kabur.

Kini sepeda motor Heri sementara disita di Polsek Gayungan sebagai barang bukti. Heri menambahkan, setelah chat di WA, dirinya sempat menelepon Puryanto. Sayang, nomornya kembali tak aktif.

Kanitreskrim Polsek Gayungan Ipda Hedjen Oktianto mengungkapkan, pihaknya mengerahkan beberapa polisi untuk mengejar Puryanto. ’’Kami sudah memetakan persembunyian tersangka. Semoga dalam waktu dekat kami bisa menangkap tersangka,’’ terangnya.

Sementara itu, Satreskrim Polrestabes Surabaya sampai menerjunkan tim gabungan untuk memburu pelaku. ’’Kami bantu polsek,’’ ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran kemarin. Menurut dia, perbuatan pelaku bisa dibilang sangat keji. Dia berharap perkara tersebut bisa secepatnya terungkap.

Sudamiran enggan memerinci jumlah personel yang dikerahkan. Hanya, mereka dipastikan berasal dari beberapa unit di bawah kendalinya. Yakni, jatanras dan resmob. Juga unit perlindungan perempuan dan anak (PPA). Sebab, yang menjadi korban adalah perempuan.

Disinggung adanya kemungkinan pelaku kabur ke luar kota, polisi dengan dua melati di pundak itu lebih memilih jawaban diplomatis. Menurut dia, kemungkinan tersebut memang ada. Sebab, tempat asalnya memang dari luar kota. Dia hanya indekos di Surabaya. Tetapi, bukan berarti peluangnya bersembunyi di metropolis tertutup. Sudamiran menyatakan, potensi itu tetap ada. ’’Memang belum pasti, ada beberapa kemungkinan,’’ sebutnya.

Sudamiran menyatakan, saat ini pihaknya juga menunggu kondisi korban stabil. Sebab, keterangannya dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran utuh kejadian. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...