Ekor Kepala

  • Bagikan

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID– Umurnya baru 13 tahun. Ia harus ditangkap. Ditahan. Diadili.

Tuduhannya: melawan petugas negara. Tepatnya: melawan polisi –mencoret-coret. Yang dicoreti baju polisi yang lagi bertugas mengendalikan demo.

Sidang pengadilan itu mestinya Selasa kemarin. Tapi ditunda. Sang anak sedang berada di rumah sakit. Tidak diketahui sakit apa.

Selama anak itu di RS ada yang mengusahakan tahanan luar. Dengan cara memberikan uang penjaminan.

Tapi ditolak.

Sidang akan dilaksanakan lagi begitu sang anak keluar dari rumah sakit.

Ada lagi remaja berumur 17 tahun. Ditangkap bersama temannya yang sedikit lebih senior. Di sebuah apartemen sewaan.

Remaja itu lagi merakit HP. Untuk meledakkan bom botol. Yang akan dikirim dengan drone. Polisi curiga: bom botol itu akan dikirim ke arah polisi. Yang selama ini sulit mereka jangkau. Ditemukan juga pecahan-pecahan botol. Yang diperkirakan akan dimasukkan botol.

Yang satu lagi lebih dewasa: 18 tahun. Anak muda ini juga ditangkap. Ditahan. Diadili.

Tuduhannya: juga melawan petugas negara. Yang ini lebih berat lagi: ditambah melakukan percobaan pembunuhan.

Saat itu yang muda lagi ikut demo. Ia mendekati polisi. Menggoreskan benda tajam ke leher polisi. Dengan alat sejenis cutter. Sang polisi dilarikan ke rumah sakit. Lukanya 3 cm. Cukup dalam. Sampai harus dioperasi.

  • Bagikan