Bandingkan Banjir Jepang dan Indonesia, Public Health Bermasalah

Bahas BPJS di UMI.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Senat Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI mengadakan seminar nasional sebagai rangkaian dari Public Health Expo. Berlangsung di Auditorium Al-Jibra, Sabtu (19/10/2019).

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas isu nasional terkait BPJS. Bertajuk “Selamatkan BPJS, Selamatkan Indonesia”.

Akademisi FKM UMI, Dr A Surahman Batara mengutarakan, BPJS sangat membantu masyarakat. Untuk itu, Ia tak setuju dengan wacana bubarkan BPJS.

Hak atas kesehatan adalah hak asasi manusia. Olehnya, negara waiib menjamin pemenuhannya baik kaya dan miskin, karena haknya sama. Isu yang berkembang, sepenuhnya bukan salah BPJS, tapi tanggungjawab kementerian kesehatan dengan program public health.

“Public health di Indonesia saja masih bermasalah. Lihatlah ketika banjir di Jepang kemarin, airnya jernih seperti kolam renang. Sementara di negara kita, ketika banjir, sampah tergenang di mana-mana, berarti program public health masih bermasalah,” ungkapnya.

Menurutnya, BPJS sebagai jaminan kesehatan itu penting. Hanya saja, ada sedikit masalah, yakni peserta tidak aktif merupakan peserta yang menunggak iuran dan sebagian dari peserta tidak aktif disebabkan oleh adverse selection yaitu mendaftar saat sakit dan tidak melanjutkan iuran ketika sehat.

“Ini menjadi PR BPJS sekarang. BPJS harus tetap menyeimbangkan tarif berdasarkan situasi dan kondisi masyarakat di sini. Jangan sampai yang aktif membayar malah meninggalkan,” ungkapnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...