Cegah Penyakit Diare, Warga Diajak Main Kartu

0 Komentar

Mahasiswa FKM Unhas

FAJAR.CO.ID — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Kodingareng Lompo Makassar, Sabtu (19/10/2019). Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh mahasiswa Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.

Ini sebagai rangkaian Dies Natalis FKM UNHAS ke-37 tahun dengan tema “Menguatkan Kolaborasi Mendukung FKM UNHAS Sebagai Fakultas Kesehatan Masyarakat Terbaik di Indonesia”.

Ada pun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Andi Hafsah Tamrin, Pricilia, dan Nurul Ainun Jasadin.
Ketua panitia Dies Natalis menegaskan, kegiatan ini merupakan kontribusi FKM UNHAS dalam mengedukasi masyarakat di Pulau Kodingareng Lompo. Kegiatan ini diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan di pulau tersebut.

Selain mahasiswa S1, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa S3. Edukasi tentang diare mengambil topik “Memutus Rantai Penularan Pada Anak”.

Edukasi dilakukan dalam bentuk permainan kartu penularan penyakit diare. Media edukasi ini diperoleh dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan.

Menurut dosen pendamping Muhammad Rachmat, metode yang digunakan sangat menarik perhatian warga.

“Kita berterima kasih kepada Direktorat Kesling Kemenkes yang telah memberikan izin kepada kami untuk menggunakan media edukasi alur penyakit diare. Media ini yang juga digunakan saat kegiatan pemicuan pada program STBM,” jelas Muhammad Rachmat yang juga dosen di Departemen PKIP.

Setelah peserta menyusun kartu alur penularan diare, mereka diminta untuk menjelaskan kembali proses penularannya. Pada saat edukasi dalam bentuk permainan kartu ini dimulai, terlihat warga sangat antusias dalam berpartisipasi dalam permainan ini. Unsur-unsur terkait edukasi permainan yaitu sumber penularan, media penularan, dan cara pencegahannya.

Setelah itu, mahasiswa menjelaskan pencegahan (blocking) penyakit diare dengan 5 pilar STBM.

Metode evaluasi yang dilakukan adalah meminta kembali kepada masyarakat untuk menempelkan kertas pada spanduk yang memuat tentang sumber penyakit, media penularan dan target penyakit.

Besar harapan kami sebagai penyuluh, agar masyarakat tidak hanya sekadar mengetahui pada saat penyuluhan berlangsung tetapi masyarakat juga menerapkan pengetahuan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, masyarakat dapat terhindar dari penyakit diare.

Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah bagi peserta yang merupakan bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. (ind)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...