Desahan dengan Istri Orang, Kaur Kesra Dikira Pencuri

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Kelakuan perangkat desa ini benar-benar mencoreng nama baik tempatnya mengabdi. Diduga kuat dia selingkuh dan berbuat mesum.

Warga Desa Dapet pun meminta Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) setempat yang berinisial AP itu dicopot dari jabatannya. Sebab, warga memergoki AP keluar dari rumah wanita berinisial L yang sudah bersuami pada Jumat dinihari (17/10) sekira pukul 01.00 WIB.

Salah satu warga Joko mengatakan, kejadian berawal saat suami L yang bernama A berangkat kerja pukul 21.45 WIB. A merupakan salah satu pegawai pabrik di Kecamatan Driyorejo. Kebetulan hari itu dia masuk shif malam.

15 menit setelah A meninggalkan istrinya, seorang pria melalui pintu belakang masuk ke rumahnya di Dusun Sugihwaras, Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang.

“Kebetulan anak L yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) tidur di rumah neneknya yang berada di samping rumahnya,” jelasnya.

Warga awalnya menduga ada pencuri masuk ke rumah L. Hingga akhirnya, warga mengunci pintu pagar rumah L dengan tali.

Tapi ditunggu berjam-jam, ternyata pria tersebut tidak kunjung keluar dari rumah L. Bahkan hingga berganti hari. Warga yang penasaran lantas melempari rumah L dengan kerikil.

Rupanya pria tersebut mulai risih dan keluar dari rumah L. Namun, pria yang ternyata Kaur Kesra AP itu celingukan melihat kanan dan kiri. Setelah dipastikan tidak ada orang, dia pun kabur melarikan diri.

“Kebetulan ketahuan tetangga waktu akan buang air kecil. Ternyata Pak AP yang kabur dan langsung ditangkap,” kata Joko.

AP ditangkap warga di pertigaan jalan Dusun Sugihwaras, Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang. Warga yang sembunyi langsung menghampirinya.

AP kemudian dibawa ke Rumah Pj Kepala Dusun (Kasun) Sugiharjo bersama L. AP dan L diarak warga yang sudah berkumpul dengan berjalan kaki. Mereka diarak dengan berpakaian lengkap sambil menutupi wajahnya. “Dua-duanya mengakui perbuatannya dan tidak membantah,” kata Joko.

L hanya bisa menangis dilihat warga bersama AP hingga pukul 07.00. Sementara A usai pulang kerja tiba di rumah tidak menyangka banyak warga berkerumun.

Bahkan saudaranya dari Dawarblandong Mojokerto datang. “Langsung diamankan sama keluarganya sendiri. Ditenang-tenangin agar tidak emosi,” tambahnya.

A kemudian dibawa menuju ke rumahnya di Sugiharjo. Tanpa mengucapkan sepatah kata, A meninggalkan istrinya yang menangis itu. Diketahui, AP sudah memiliki istri dan dua orang anak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, L dan AP diduga memiliki hubungan terlarang. Sebagian warga mengetahui, namun tidak kuasa dan akhirnya memuncak pada saat itu.

“Warga tidak menyangka, L selama ini dikenal baik dan pendiam. Sementara suaminya, A juga merupakan sosok yang tidak banyak bicara dan pendiam,” terangnya.

Kepala Desa Dapet, Siswadi, berusaha menenangkan warga yang saat itu sedang panas. Dia hanya meminta warga untuk bersabar dan akan diselesaikan di balai desa. “Sanksi administratif jika ada hal seperti ini dikenakan denda pasir grosok,” kata Siswadi.

Sementara itu, Camat Balongpanggang, Jusuf Ansyori, mengaku baru pertama kali mendapat informasi tersebut pada pagi hari ini pukul 06.00. Saat ditanya sanksi apa yang diberikan, Ansyori masih menunggu hasil pertemuan tersebut.

“Rencananya hari ini jam 08.00, AP dan L dibawa ke sini (balai desa) tapi urung. Karena orangtuanya kades meninggal dunia,” kata Ansyori.

Balai Desa Dapet pun didatangi masyarakat. Mereka meminta agar AP segera dicopot dari jabatannya.

Poster bertuliskan agar AP dicopot ditempel di depan Balai Desa. Tidak hanya itu, di depan pintu masuk gang juga ditempeli poster tersebut.

“Perbuatan AP sudah mencoreng nama baik desa dan tidak patut ditiru. Kami minta AP dicopot, kelakuannya tidak pantas,” kata warga.

Setelah perbuatannya kepergok warga, A sudah membawa anaknya dan mengemasi barang-barangnya untuk pulang kampung ke Dawarblandong, Mojokerto.

“Saya hanya ingin AP dicopot dari jabatannya. Itu saja,” kata A yang ikut mendatangi Balai Desa. Sedangkan istri AP juga pulang ke rumah orang tuanya bersama dua buah hatinya.

Di sisi lain, Danramil Balongpanggang Kapten Inf M Zainudin menuturkan masalah rumah tangga ini sudah didamaikan kepala desa, badan permusyawaratan, koramil dan kapolsek setelah salat Jumat (18/10).

“Masalah sudah selesai dengan disaksikan warga di Balai Desa dengan menandatangani surat kesepakatan damai,” ungkapnya. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...