Anak Masing-masing Bertengkar, Pasutri Cerai Singgung Ukuran Anunya

0 Komentar

ILUSTRASI. (JPNN)

FAJAR.CO.ID — Naluri menyayangi dan melindungi anak kandung memang hal lumrah. Bahkan, bapak atau ibu lebih sayang kepada darah daging sendiri ketimbang anak tiri pun dianggap hal yang lazim.

Namun, bersikap tak adil terhadap anak kandung dan anak tiri bisa berbuah buruk. Itulah yang terjadi pada rumah tangga pasangan suami istri paruh baya warga Surabaya ini.

Sang istri -sebut saja Karin- punya anak kandung sebelum menikah dengan suaminya saat ini. Sebut saja nama suami Karin itu adalah Donwori.

Saat menikahi Karin, Donwori berstatus duda yang juga punya dua anak kandung. Namun, rumah tangga Karin dan Donwori yang ibaratnya baru seumur jagung segera berakhir.

Karin dan Donwori yang menikah pada pertengahan 2016 sepakat bercerai. Penyebabnya adalah pertengkaran hebat yang menyakiti hati masing-masing.

Pertengkaran itu bermula ketika anak kedua Donwori mengadukan Karin yang kerap bersikap tak adil. Donwori menuturkan, Karin selalu pilih kasih karena mengutamakan anak kandungnya.

Sampai akhirnya anak bawaan Karin berantem dengan anak kandung Donwori. Namun, Karin ikut-ikutan dalam pertengkaran itu demi membela darah dagingnya.

“Awale iku biasa, tukaran (berantem, red) antar-saudara. Anakku dimarahi anaknya karena pakai motornya kelamaan,” ujar Donwori di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya beberapa waktu lalu.

Di situlah Karin ikut campur. Bahkan, Karin memarahi anak tirinya.

“Dikatain menyusahkan. Suruh belikan bapake sendiri,” tutur Donwori menceritakan perlakuan yang dialami anaknya.

Donwori pun menegur Karin. Alih-alih surut emosi, Karin malah balik menyemprot Donwori.

Bahkan, Karin di hadapan Donwori mengaku rugi telah menikahi pria biasa. Parahnya, Karin menyebut Donwori tak mampu memuaskan hasrat seksual sang istri.

Karin juga membandingkan suami pertamanya dengan Donwori. Dari pengakuan Donwori saat menceritakan sumpah seranah Karin, ada kesan alat vital pria 52 tahun itu berukuran mini.

Tak terima dengan omelan Karin yang kelewat pedas, Donwori pun membalasnya. Donwori menyebut ukuran alat vital Karin sudah oversize alias terlalu longgar.

“Dekne ngomong, ‘opo sing tak aboti (apa yang harus membuatku berat hati, red), wong kamu gak bisa memuaskan’. Dipikir, dia saja yang gak puas. Aku ya ora. Wong kendo kabeh, ngunu (aku juga tidak. Orang sudah kendor semua begitu, red),” papar Donwori.

Cekcok itu berujung hati masing-masing terluka. Donwori langsung mengucap talak yang langsung diangguki oleh Karin. Oalah…. (JPNN)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...