Abdullah Hehamahua Sebut Revisi Undang-Undang Sakratul Mautkan KPK

0 Komentar
Abdullah Hehamahua berkunjung ke Harian FAJAR, Senin, 21 Oktober.

Abdullah Hehamahua berkunjung ke Harian FAJAR, Senin, 21 Oktober.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua berkunjung ke Harian FAJAR, Senin, 21 Oktober 2019.

Kunjungannya dalam rangka ingin berdiskusi tentang kondisi pemberantasan korupsi saat ini.

Ini kunjungan kali keduanya di Harian FAJAR. Abdullah Hehamahua berbagi tentang kondisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasca revisi undang-undang KPK yang baru-baru ini dilakukan.

Bagi dia, revisi ini tak melemahkan, melainkan mengsakratul mautkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Korupsi bahkan bukan lagi dianggap sebagai kejahatan luar biasa.

Abdullah Hehamahua

“Salah satu point dalam undang-undang KPK dihilangkan. Takni yang meresahkan masyarakat. Ini bukan hanya melemahkan, tetapi mengsakaratul mautkan KPK,” ungkapnya saat hadir di redaksi Harian FAJAR, Senin malam, 21 Oktober.

Dalam kunjungannya, Abdullah Hehamauha diterima oleh Pemimpin Redaksi Harian FAJAR, Arsyad Hakim dan semua jajaran redaksi. (ful)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...