Adian Napitupulu Tegas Menolak Jadi Menteri, Ini Alasannya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politkus muda PDIP Adian Napitupulu tegas menolak tawaran Presiden Joko Widodo untuk menjadi menterinya. Pasalnya, mantan aktivis 98 itu mengaku sadar diri dan tidak mampu bekerja di pemerintahan.

“Gue udah bilang dan enggak akan menarik kata-kata gue. Kenapa, karena gue bukan Erick Tohir. Kalau Erick Tohir kemarin bilang tidak, sekarang bilang iya. Kalau gue, tidak ya tidak,” katanya saat menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu malam (20/10).

Kata Adian, Erick kemarin sudah bilang bersedia membantu Jokowi di kabinet. Menurutnya, ucapan pengusaha tersebut menunjukkan sikap kurang komit.

“Lu jangan pernah berharap orang lain menghormati kata- kata lu, kalau lu yg mengucapkannya pun tidak menghormatinya. kecuali hanya situasi darurat di mana mungkin republik dipertaruhkan, rakyat dipertaruhkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Adian menuturkan, dirinya merasa lebih bermanfaat berada di luar pemerintahan. Lagi pula, ia tak sanggup mengikuti kerja birokrat dan tak ingin memaksakan diri.

“Setiap orang itu harus sadar dengan kemampuannya. Saya saya, begitu dimasukkan ke dalam kementerian yang penuh birokrasi, gue terbelenggu,” paparnya.

Kata Adian, waktu itu Jokowi pernah menanyakan kesediannya membantu di kabinet. Tetapi, pembicaraan kali itu belum membahas posisi apa yang mungkin diisinya.

“Dia (Jokowi) cuma bilang, saya butuh menteri pemberani dan eksekutor, Mas Adian pemberani, Mas Adian eksekutor. Gue bilang ampun, Pak, 1000x ampun, saya merasa lebih bermanfaat di luar membantu Bapak,” paparnya. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...