Cuaca Ekstrem, Warga Diimbau Waspadai Aktivitas di luar Ruangan

FAJAR.CO.ID,MAROS– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas 1 Maros menyebutkan jika suhu ekstrem diatas 35 derajat celcius masih harus diwasapadai.

Hal ini diungkapkan Kepala Stasiun Klimatologi Maros, Hartanto, saat ditemui Senin, 21 Oktober di Kantornya Jalan Ratulangi Maros.

Dia mengatakan,Minggu, 20 Oktober kemarin suhu cukup ekstrem. Dimana berdasarkan pengamatan suhu mencapai 38,2 derajat celcius.

“Suhu ini merupakan suhu tertinggi untuk pengamatan yang diamati pada bulan Oktober sepanjang tahun pengamatan. Suhu tertinggi ketiga sepanjang tahun pengamatan dan suhu tertinggi pada saat kita tidak dilanda El Nino,” jelasnya.

Dua suhu tertinggi yang pernah tercatat yakni 39,5derajat celcius dan 38,6 derajat celcius tahun 97 dan 92 dimana dua-duanya dipengaruhi kondisi El Nino.

“Tahun ini kita tidak ada kondisi El Nino yang mempengaruhi wilayah Indonesia. Faktor yang mempengaruhi yang cuaca ekstrim yaitu pertama intensitas matahari dalam kondisi optimal. Sehingga kemarin terlihat tidak ada tutupan awan ,” jelasnya.

Penyebab Kedua, kata dia, angin timuran cukup menguat.

“Angin timuruan yang cenderung kering dan panas menuruni lereng gunung Lompo Battang itu cenderung meningkatkan suhu di wilayah sekitar Makassar, Maros dan sekitarnya. Ini adalah kondisi ekstrem,” ungkapnya.

Hartanto mengatakan meski suhu 38 derajat celcius kemungkinannya untuk terulang kembali sangat kecil. Akan tetapi potensi-potensi suhu dengan diatas 35 derajat celcius harus diwaspadai.

“Untuk beberapa minggu kedepan kita perkirakan potensi-potensi suhu dengan diatas 35 deraja celcius masih terus diwaspadai krn kita masih belum memasuki musim hujan. Sebab hujan diperkirakan baru terjadi pada November dasarian dua,” jelasnya.(rin)