Dekan FKUI Usul Kesehatan Calon Menteri Diperiksa Menyeluruh

Senin, 21 Oktober 2019 11:51

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo segera mengumumkan nama menteri atau susunan kabinet untuk masa jabatan lima tahun ke depan periode kedua ini. Seorang menteri memikul tugas yang berat dan harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Karena itu butuh fisik dan mental yang sehat.

“Untuk menjadi calon rektor saja perlu pemeriksaan kesehatan yang lengkap baik fisik maupun psikis. Tugas seorang menteri ke depan merupakan tugas yang cukup berat,” kata Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr.dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB kepada JawaPos.com (grup fajar.co.id), Senin (21/10).

Untuk itu, diperlukan pemeriksaan kesehatan. Bahkan, kata dia, sistem pemeriksaan kepada calon presiden yang telah rutin dilakukan sejak Pilpres sebelumnya juga diterapkan kepada calon menteri yang akan datang.

“Jangan sampai para menteri jatuh sakit di tengah perjalanan,” sambungnya.

Menurutnya, calon menteri bisa saja untuk menyertakan hasil check-up kesehatan yang terbaru dari rumah sakit yang ditunjuk. Menurut dr. Ari, beberapa alasan pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi penting. Salah satunya, banyak penyakit yang awalnya hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium atau pemeriksaan penunjang lain baik pemeriksaan rontgen maupun pemeriksaan USG.

Kadar gula darah yang tinggi, kadar kolesterol yang tinggi serta kadar asam urat tinggi pada awalnya hanya diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Tekanan darah yang tinggipun diketahui hanya dengan pemeriksaan tekanan darah.

Bagikan berita ini:
9
9
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar