Ganti Rugi Lahan Warga Parepare Diduga Dikorupsi

0 Komentar

SARAT PERMAINAN. Helly Indrawan, anak bungsu almarhum Idris dalam hal ini sebagai ahli waris menunjukkan lahan yang diklaim Pemkot sudah dibayar, Minggu, (20/10/2019).

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Proyek pelebaran Jalan Jenderal Sudirman, Parepare masih belum kelar. Hingga kini, Senin, (21/10/2019) masih ada lahan yang bermasalah.

Lahan yang bermasalah ini salah satunya lahan milik almarhum Idris. Lokasinya tak jauh dari Kantor Wali Kota Parepare, dengan luas 25 meter persegi (m2).

Ahli waris lahan tersebut, Helly Indrawan menduga uang ganti rugi lahan atas nama almarhum ibunya itu (Mamik Sutarni Idris) diselewengkan. Sebab, pihak Pemkot Parepare bersikeras sudah membayarnya.

“Bagaimana kami tidak curiga. Kalau memang sudah dibayarkan terus uang itu di mana. Sumpah demi Tuhan, kami tak pernah lihat uang tersebut,” akunya saat dijumpai di rumahnya, kemarin.

Lahan, milik almarhum Mamik ini ditaksir senilai Rp24 juta lebih. Sudah termasuk pagar sepanjang 13 meter dan sebatang pohon mangga.

“Pokoknya kami bersikeras tak akan melepas hak kami. Bayar dulu, baru kami lepas. Orang lain sudah masa kami belum,” sesalnya.

Jauh hari, Kepala Seksi Penataan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP) Parepare, Ulfa Lanto memang sudah membeberkan tak ada lagi lahan bermasalah. Apalagi soal uang ganti rugi lahan warga.

Ulfa yang belum lama ini dimutasi menjabat camat di Kecamatan Ujung, menjamin semua warga yang pekarangan rumahnya terkena pelebaran jalan, itu sudah dibayarkan.

“Sebenarnya pembebasan lahan sepenuhnya sudah rampung pada Maret 2018 lalu,” kata Ulfa.

Dikonfirmasi ulang. Ulfa lagi-lagi menegaskan, pembayarannya sudah dilakukan. Mestinya tak ada lagi pemilik lahan yang mestinya bersikeras.
“Ini panjang persoalannya. Saya antar undangan dulu. Nanti saya jelaskan,” tutupnya. (sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...