Kisah Jusuf Kalla Tak Pernah Menuntut Haknya sebagai Pensiunan Wapres

Wapres Argentina Gabriella Michetti saat bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres kemarin. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, Jakarta – Tepat hari ini, Minggu 20 Oktober 2019, HM Jusuf Kalla resmi tidak menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia.

Jusuf Kalla sudah dua kali menjabat sebagai Wapres. Pertama dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2004-2009. Kemudian pria yang akrab disapa JK menjadi wakil Joko Widodo pada 2014-2019.

Kami berharap Jusuf Kalla sudah mendapatkan haknya sebagaimana yang diatur dalam undang-undang nomor 7 tahun 1978.

Dalam pasal 8 menyatakan, kepada bekas Presiden dan bekas Wakil Presiden yang berhenti dengan hormat dari jabatannya, masing-masing: diberikan sebuah rumah kediaman yang layak dengan perlengkapannya. Dan ditanda tangani oleh Presiden RI sebelum berakhir masa tugasnya.

Lalu kemudian mantan Presiden dan Wapres RI akan disediakan sebuah kendaraan milik Negara dengan pengemudinya.

Salah satu penanggung jawab properti pada salah satu perusahaan BUMN, Danni Irawan bercerita mengenang ke lima tahun silam, tepatnya hari Jum’at tanggal 17 Oktober 2014. Ketika itu kami janjian dengan rekan-rekan dari Setneg akan ke Cikeas ba’da Shalat Jum’at, rumah Bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang akan berakhir masa jabatannya sebagai presiden RI periode kedua pada hari Senin, 20 Oktober 2014.

“Kami berencana akan membawa usulan tiga aset untuk ditanda tangani oleh SBY yang akan diperuntukkan kepada mantan presiden dan wakil presiden RI, yaitu untuk SBY dan Budiono (presiden dan wakil presiden 2009-2014) dan untuk Yusuf Kalla (JK) Wakil Presiden RI 2004-2009,” katanya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar