Penambangan Terhenti, Warga Tetap Minta Polisi Usut

0 Komentar

Salah seorang warga Desa Parenreng memperlihatkan bekas aktivitas tambang pasir yang mengakibatkan lahan persawahan longsor

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Aktivitas tambang pasir terhenti, meski begitu, warga sekitar meminta agar polisi tetap mengusut pelaku tambang pasir ilegal di Sungai perbatasan Desa Parenreng dan Kelurahan Bonto Matene, Kecamatan Segeri.

Tokoh masyarakat Desa Parenreng, Tamrin mengaku kaget juga tidak ada lagi pekerja tambang di sekitar sungai itu. Padahal sehari sebelumnya masih ada empat truk yang mengangkut pasir. Namun, ia tetap meminta polisi mengusut aktivitas tambang yang sudah mengakibatkan longsor di bantaran sungai Desa Parenreng.

“Baru hari ini tidak ada truk pengangkut pasirnya, setiap hari ada disini. Pompa dan semua perlengkapannya juga sudah diambil. Posnya masih ada, tetapi sudah tidak ada yang jaga. Tetapi kita berharap polisi tetap mengusutnya, karena sudah mengakibatkan dampak bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Lanjut dijelaskan, ia juga memperlihatkan lahan persawahan milik kerabatnya yang tidak dapat digarap lagi, akibat dikeruk penambangan pasir di bantaran sungai.

“Sudah beberapa sawah yang tepat di bantaran sungai tidak dapat digarap lagi, sebab longsor. Tanahnya amblas jatuh ke sungai, akibat pengerukan yang terus menerus. Makanya kita tetap berharap ini diusut agar tidak terjadi lagi nantinya, bukan cuman hari ini saja semua alat-alat tambangnya diangkut,” paparnya.

Pantauan FAJAR, sepanjang sungai itu tidak ada lagi aktivitas penambangan dan penyedotan pasir. Tidak ada lagi pompa penyedot yang tiap harinya digunakan. Hanya bersisa beberapa potong pipa yang telah digunakan oleh penambang dan tanah-tanah di bantaran sungai yang amblas.

Camat Segeri, Syahrul mengaku tidak pernah memberi izin operasi terhadap aktivitas tambang yang ada di wilayahnya itu. “Kita tidak pernah keluarkan izin operasi dari kecamatan,” imbuhnya.

Terpisah, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengaku akan tetap melakukan penyelidikan terhadap tambang di Kabupaten Pangkep tersebut. Meski aktivitas sudah dihentikan sementara. “Ini masih dilaporkan di SPKT, senin baru Sprin Lidik (Surat Perintah Penyelidikan, red),” imbuhnya. (fit-gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...