Sulsel Kekurangan Guru, tetapi Tak Dapat Kuota

0 Komentar

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penerimaan CPNS 2019 tanpa kuota formasi guru, disayangkan oleh sejumlah sekolah. Sebab, kebutuhan guru sangat besar.

SMAN 14 Makassar misalnya, sangat membutuhkan keberadaan guru beberapa bidang studi. Guru Pendidikan Agama Islam misalnya, saat ini hanya satu orang saja.

Begitu pun guru olahraga, hanya satu orang. Bahkan, tak satu pun guru Bimbingan Konseling berstatus PNS di sekolah tersebut. Semua masih bertatus sebagai honorer.

“Semua sekolah, utamanya di Makassar, rata-rata kekurangan guru PNS untuk Pendidikan Agama, Olahraga, Matematika, dan BK. Kami juga sulit merekrut honorer, karena sudah dilarang oleh pemerintah,” beber Kasek SMAN 14 Makassar, Nurhidayah Masri kepada FAJAR, Minggu, 20 Oktober.

Perempuan yang akrab disapa Yaya ini pun kaget melihat formasi CPNS Pemprov Sulsel yang tak memberi jatah untuk formasi guru. Padahal, guru menjadi kebutuhan paling mendasar, utamanya untuk SMA dan SMK saat ini.

Plt Kepala SMAN 1 Makassar, Arifin Tamma juga mengakui kekurangan sumber daya guru di sekolahnya. Terutama guru Pendidikan Agama, yang kini hanya diisi guru honorer.

“Tidak ada guru agama PNS di sekolah. Cuma di mata pelajaran tertentu, ada guru yang berlebihan. Seperti Biologi yang jumlahnya tujuh orang di SMAN 1,” beber Arifin kepada FAJAR.

Dia sebetulnya berharap kebutuhan ini bisa diakomodasi lewat CPNS. Jika hanya guru melalui jalur Penerimaan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sama saja seperti kontrak.

“Kami juga tidak bisa tambah honorer, karena dilarang. Selain itu, gajinya dari mana? Mereka hanya terima per jam Rp10 ribu saja,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Asri Sahrun Said, mengatakan, guru akan diakomodasi lewat PPPK. Itu untuk memasukkan tenaga pengajar eks honorer Kategori 2 (K2).

Hanya saja, dia tak tahu pasti pertimbangan proses perekrutan PPPK ditunda. Apalagi, jatah CPNS Pemprov Sulsel tahun ini hanya 195 orang. Padahal usulan pemprov yakni 241 orang. “Ini kurang dari yang diusulkan. Kalau bisa jujur, masih butuh tambahan kuota,” tambahnya. (ful)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...