Wanita Pemuas Nafsu Bilang Main di Indekos Lebih Aman

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BOGOR – Bisnis prostitusi rumah indekos di kawasan menuju Puncak mudah ditemui. Menjamurnya praktik asusila ini bukan tanpa alasan. Rumah indekos dinilai lebih aman ketimbang hotel dan losmen, yang selama ini dijadikan tempat bisnis esek-esek yang kerap dirazia petugas.

Seperti yang ditemukan di sebuah tempat indekos di kawasan Jalan Raya Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hanya dengan menggunakan salah satu aplikasi online, para hidung belang dengan mudahnya mendapatkan wanita-wanita pemuas nafsu.

Mereka menerima tamunya di dalam sebuah kamar kos yang selama ini disewa untuk bisnis esek-esek.

Radar Bogor (grup fajar) yang mencoba mencari keberadaan kos-kosan itu, tanpa kesulitan mendapatkan wanita-wanita tersebut. Awalnya, mereka mulai mengajak ngobrol. Tak berapa lama langsung memasang tarif.

“Kalau short time Rp450 ribu durasi maksimal 3 jam. DP 50 persen di awal. Bisa bayar pakai ovo atau pulsa,” kata wanita itu dalam chatnya.

Ketika deal dengan harga yang disepakati, rencana pertemuan pun dinegosiasikan. Namun, si wanita menawarkan untuk melakukan eksekusi di kamar kos yang disewanya. Dengan dalih tidak perlu bayar hotel atau losmen.

“Di tempat kos saja, lebih aman. Enggak perlu bayar hotel lagi, daripada keluar, harus pakai ongkos dan bayar hotel. (Di tempat kos) pastinya lebih aman dari razia,” tuturnya.

Janjian pun dilakukan. Dengan tenangnya wanita ini menyambut di depan gerbang tempat kos yang dihuni. Layaknya kekasih, ia mengajak langsung masuk kamar dan tak ada penghuni lain yang curiga.

“Sudah tenang saja, di sini aman. Mendingan main di sini, enggak ada razia dan takut ditangkap,” tutur wanita berinisial MA itu.

Hampir seluruh penghuni perempuan yang ada di indekos itu merupakan pelaku prostitusi online. “Enggak usah malu yang lain juga sama,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Trantib satpol PP Kecamatan Ciawi Hasbulloh tak menampik dengan praktik prostitusi tersebut. Untuk itu, ia akan melakukan pendataan rumah kos dan kontrakan yang ada di wilayahnya.

“Kami akan data dulu. Bukan saja soal prostitusi kos-kosan. Tapi kami juga antisipasi pelaku tindakan terorisme yang sedang marak selama ini. Jadi kami data seluruh penghuni kos-kosan,” tuturnya.

Pendataan dan razia indekos selambat-lambatnya usai Pilkades serentak. “Agar tidak bocor kami rahasiakan, yang pasti agenda ke sana ada. Paling lambat usai Pilkades. Kami fokus dulu Pilkades ini,” tukasnya. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...