Hasutan Revolusi, Tiongkok Warning Amerika Serikat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BEIJING – Pemerintah Tiongkok memperingatkan, agar Amerika Serikat (AS) untuk tidak ikut campur masalah dalam negerinya. Pasalnya, Amerika disebut telah membuat hasutan revolusi yang didorong dari luar itu dapat menyebabkan peperangan dan pergolakan di berbagai wilayah di dunia.

“Mengganggu dalam urusan daerah lain, dan urusan internal orang lain, menghasut revolusi warna, dan upaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah dari negara lain adalah penyebab sebenarnya dari perang dan pergolakan di beberapa daerah,” kata Menteri Pertahanan Cina Wei Fenghe, dikutip dari Straits Times, Senin (21/10).

Tiongkok menyalahkan negara-negara asing, termasuk Amerika Serikat (AS), karena menghasut kerusuhan yang telah mengguncang Hong Kong selama lima bulan. Wei menyebut, protes tersebut sebagai revolusi warna, merujuk pada pemberontakan pro-demokrasi yang pecah di negara-negara bekas Uni Soviet pada masa perang.

Wei juga menyinggung, upaya negara-negara mengasingkan diri atau mengejar strategi keamanan yang berusaha untuk mengecualikan negara lain.

“Di era globalisasi ekonomi, tidak ada negara yang mampu mundur ke pengasingan diri sendiri. Membengkokkan aturan internasional sesuai keinginan hanya dapat merusak tatanan internasional,” ujarnya.

Komentar Wei tentang masalah ini, datang ketika Washington dan Beijing bekerja menuju perjanjian perdagangan parsial, setelah perunding awal bulan ini di Washington.

Beijing telah mengatakan, para pejabat sedang mengerjakan teks perjanjian yang diperkirakan akan ditandatangani oleh Trump dan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik bulan depan di Cile.

“Kami siap mengatasi keprihatinan satu sama lain melalui dialog dan konsultasi atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Ini akan mencegah konflik perdagangan meningkat dan menyebar, dan demi kepentingan kedua negara, dan dunia,” tuturnya.

Cina pun berkomitmen pada jalur pembangunan damai dan tidak akan mencari dominasi. Hanya saja, dia memberi pengecualian terhadap kepentingan Cina terhadap Taiwan yang menyatakan itu menjadi kepentingan nasional terbesar saat ini dan tidak ada yang bisa menghentikan penyatuan kembali negara tersebut.

“Menyelesaikan masalah Taiwan untuk mewujudkan penyatuan kembali dengan China adalah jalan yang tak tertahankan di masa itu, kepentingan nasional terbesar Cina, jalan lurus yang harus diikuti dan kerinduan semua orang Cina,” katanya. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...