LDII Sulsel Temui Gubernur Jelang Muswil

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Musyawarah Wilayah (Muswil) menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di tingkat provinsi. Di Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Selatan, Muswil diselenggarakan dalam 5 tahun sekali.

Dalam upaya mengkomunikasikan rencana penyelenggaraan Muswil VII LDII Sulawesi Selatan kepada pemerintah, panitia dan pengurus LDII beraudiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, (21/10/2019).

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Abri MP mengemukakan, pihaknya menyampaikan kegiatan besar yang akan dilakukan oleh DPW LDII Provinsi Sulawesi Selatan kepada gubernur. Dalam hal ini Muswil. “Tujuannya kita ingin mengevaluasi kinerja kepengurusan di tahun sebelumnya,” ujar Abri saat diwawancarai.

Muswil VII LDII Sulawesi Selatan tahun 2019 ini bertajuk “Membangun SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetitif, Inklusif, dan Berkarakter”. Muswil LDII berwenang memilih dan menetapkan Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan masa bakti 2019-2024.

Kedua, kata Abri, melalui forum Muswil akan ada evaluasi program-program strategis yang sudah dicanangkan 5 tahun lalu. “Apakah program itu masih layak kita laksanakan atau kita kembangkan sebagai program strategis untuk 5 tahun ke depan. Kalau itu masih layak, maka kita akan formulasi sedemikian rupa sesuai dengan visi misi pemerintah Sulawesi Selatan,” kata Abri.

Hadir dalam audiensi, Sekretaris DPW LDII Sulawesi Selatan Ishak Andi Ballado, Wakil Ketua Sanusi Fattah dan Asdar Mattiro. Menurut rencana, Muswil VII LDII Sulawesi Selatan akan digelar pada Minggu, 27 Oktober 2019 di Celebes Convention Center (CCC) Makassar.

Akan ada beberapa program kerja tambahan yang menjadi kebutuhan dan tuntutan saat ini. “Misalnya ketahanan pangan, ekonomi digital berbasis syariah, dan digital education. Disamping itu, kita akan melanjutkan program wawasan kebangsaan dan bela negara,” ungkapnya.

Abri menjelaskan, wawasan kebangsaan tetap menjadi prioritas utama. “Agar bangsa kita ini tetap terpelihara, lestari, dan utuh persatuan dan kesatuannya,” jelasnya.

Menurut Abri, saat audiensi, gubernur telah mengagendakan dan siap untuk hadir. Gubernur Sulawesi Selatan juga berpesan, dalam muswil, yang dikedepankan adalah musyawarah mufakat. Bukan kompetisi yang sifatnya tidak sehat. “Bagaimana umat bisa terbina dengan baik. Dari itu, pengurus LDII supaya memperlihatkan keteladanan, khususnya terkait kinerja organisasi,” katanya.

Di dalam forum Muswil VII LDII Sulawesi Selatan, akan digelar diskusi panel yang menghadirkan berbagai narasumber. “Kita mengundang narasumber yang akan menambah wawasan perihal program yang akan kita rumuskan. Antara lain pihak Kodam XIV Hasanuddin yang kami minta menyampaikan materi wawasan kebangsaan dalam perspektif ormas. Panitia juga mengundang Polda Sulawesi Selatan menyampaikan peran ormas dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkas Abri.

Disamping itu, panitia mengundang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan untuk berbicara tentang peran MUI sebagai payung besar umat Islam. “Panitia Muswil LDII turut mengundang Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pembina teknis kehidupan beragama, baik antar dan intra umat beragama,” tutur Abri.

Panitia meminta Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan menyampaikan materi peran ormas dalam mewujudkan kerukunan intra dan antar umat beragama. Panitia juga mengundang Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk menyampaikan materi hak dan kewajiban ormas sekaitan dengan UU Nomor 16 tahun 2017 tentang perpu ormas. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...