Tiga Bidang Lahan Rel Kereta Api Dibayarkan Rp844 Juta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS — Sedikitnya tiga bidang tanah pemukiman yang terkena pembebasan lahan proyek rel kereta api mulai dibayarkan, Selasa, 22 Oktober di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

Pembayaran ganti rugi pengadaan tanah rel kereta api ini merupakan yang pertama dilakukan di Kabupaten Maros.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretapian, Zulmafendi mengatakan, untuk hari ini ada tiga bidang tanah yang sudah selesai dibayarkan.

“Luas lahan yabg dibayarkan sekitar 1.500 meter persegi dengan total besaran ganti rugi yang dibayarkan sekitar Rp844 juta,” katanya.

Olehnya itu, dia berharap dengan pembayaran ganti rugi ini bisa memicu atau motivasi masyarakat agar lebih mendukung percepatan pembangunan kereta api ini. “Proses ini kita lakukan secara transparan dan akuntabel,” katanya.

Dia menambahkan untuk target pembayaran ini akan dirampungkan hingga November mendatang.

“Targetnya kita bisa tuntaskan November mendatang. Apalagi tahun depan pemerintah akan memulai mengoperasikan kereta api meski belum sepenuhnya,” jelasnya.

Senada juga disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Wilayah Kabupaten Maros, Rizal Fathoni mengatakan luas bidang di Maros yang terkena pembangunan rel kereta api sebanyak 923 bidang.

“Di Maros itu 923 bidang yang tersebar di lima kecamatan di Maros,” sebutnya.

Namun dari beberapa bidang itu, kata dia, pihaknya sementara akan menlakukan proses konsinyasi di Pengadilan dengan jumlah 44 bidang.

“Kita telah masukkan 12 bidang untuk dilakukan konsinyasi. Rencananya besok kita akan masukkan lagi 32 bidang di Pengadilan Negeri. Sehingga totalnya sekitar 44 bidang untuk konsinyasi,” ungkapnya.

Dijelaskan Rizal di Maros akan dibangun stasiun, Depo atau tempat perawatan ringan dan Balai Yasa atau bengkel perawatan. (rin/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...