Tito Karnavian 5 Kali Naik Pangkat Luar Biasa, Bakal Jadi Menteri?

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berikut ini merupakan profil Jenderal Pol Tito Karnavian, yang disebut-sebut mendapat jabatan baru di Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin.

Tito Karnavian datang ke Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin. Tito yang biasa datang dan pergi melalui pintu belakang Istana, baru kali ini menyambangi Istana melalui pintu depan.

“Saya kan polisi, barusan ini dipanggil,” kata Tito menjawab awak media soal alasan Tito tidak mengenakan kemeja warna putih seperti para calon menteri lainnya saat menghadap Presiden Jokowi.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini enggan menjelaskan perihal kedatangannya ke Istana. Ia hanya menyatakan rasa terima kasih kepada semua pihak atas suksesnya pengamanan rangkaian Pemilu 2019.

“Saya sendiri, jujur, saya merasa berterima kasih kepada semua pihak, kepada Allah Swt karena ini Pemilu yang rasanya cukup panjang. Hampir setahun lebih masyarakat terpolarisasi. Alhamdulillah dengan pelantikan kemarin, berjalan lancar,” tutur Tito.

Tito Karnavian lulus dari Akpol 1987 sebagai peraih lulusan terbaik Adhi Makayasa. Kelar dari Akpol, Tito tercatat menempati jabatan Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat.

Saat masih perwira menengah, ia terlibat dalam mengungkap sejumlah kasus terorisme sejak Bom Bali 2002 hingga penangkapan gembong teroris, Noordin M. Top dan Dr Azhari. Atas prestasinya ini, Tito ditunjuk sebagai Kepala Densus 88 Antiteror pada 2009-2010.

Tito Karnavian meraih pangkat irjen saat menjabat sebagai kapolda tipe A di Papua pada 2012 hingga 2014 dan Kapolda Metro Jaya pada 2015-2016.

Tito Karnavian dipuji Istana karena kecepatannya dalam menangani teror Bom Thamrin pada 14 Januari 2016.

Pangkat Komjen atau bintang tiga diperoleh Tito saat ia menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2016. Penunjukkan ini lantaran Tito dinilai berpengalaman dalam menangani teroris.

Lulusan terbaik Akpol 1987 ini terbilang memiliki karier tercepat di Polri dibandingkan rekan-rekan seangkatannya. Tercatat ia lima kali mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa saat perwira menengah dan perwira tinggi.

Baru tiga bulan menjabat sebagai Kepala BNPT, pada Juli 2016, Tito ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri di masa pemerintahan Jokowi-JK. Dengan bintang empat di pundaknya, berarti ia menyalip empat angkatan di atasnya.

Di awal kepemimpinannya sebagai Kapolri, buronan pemimpin kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam kontak tembak dengan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah.

Saat ini Satgas Tinombala masih diperpanjang masa tugasnya demi bisa mengejar para anggota kelompok MIT dibawah pimpinan Ali Kalora yang masih tersisa.

Menjadi kapolri, Jenderal Tito Karnavian mengusung program Promoter atau profesional, modern dan terpercaya yang menjadi tagline Polri saat ini.

Program Promoter dititikberatkan pada tiga kebijakan utama yakni peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media.

Peningkatan kinerja diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum dan pemeliharaan stabilitas kamtibmas secara optimal.

Perbaikan kultur direalisasikan dengan menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan kekerasan. Sedangkan manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial, dengan menyampaikan berbagai upaya Polri dalam pemeliharaan kamtibmas dan meminimalisasi berita negatif, termasuk hoaks dan ujaran kebencian.

Tiga tahun implementasi program Promoter, dinilai Tito telah menunjukkan hasil yang baik.

Tito Karnavian juga menekankan peran polwan dalam menjalankan program Promoter. Menurut dia, polwan yang rnisbi resisten dari budaya koruptif, bisa mengambil simpatik masyarakat dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Benar tidaknya Jenderal Tito Karnavian akan mendapatkan jabatan baru, kita tunggu saja pengumuman susunan cabinet Jokowi-Maruf, Rabu (23/10). (antara/jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...