Kurangi Sengketa Lahan, BPN Bagikan 14.500 Sertifikat

0 Komentar

Warga Bone menerima secara simbolis sertifikat yang dibagikan oleh BPN Bone. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Sebanyak 14.500 sertifikat tanah Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dibagikan kepada warga. Gunanya, agar tidak ada lagi yang bersengketa soal lahan.

Pembagian sertifikat itu berlangsung di Kantor BPN Bone, di Kompleks Stadion Lapatau yang dihadiri ratusan orang. Mereka berbondong-bondong datang sejak pagi. Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

Menurut Fahsar, pemberian sertifikat ini tentunya merupakan salah satu program kerja dari sembilan nawacita presiden. Program pensertifikatan ini tentu untuk mengurangi sengketa lahan. Masyarakat dan badan penerima sertifikat, memperoleh kepastian hukum yang jelas mengenai status tanah miliknya.

“Hal ini menjadi sebuah langkah maju karena selama ini kita ketahui khususnya masyarakat di luar kota tidak memiliki cukup dokumen kepemilikan tanah, makanya kadang banyak yang bersengketa,” katanya saat ditemui Rabu, (23/10/2019).

Kata dia, dengan adanya program seperti ini merupakan suatu keuntungan juga bagi masyarakat. Sebab, seluruh tanah di Kabupaten Bone dapat memiliki sertifikat yang sah sesuai dengan undang-undang. “Kami akan terbuka dalam hal pengurusan administrasi pertanahan,” tambah Ketua DPD II Golkar itu.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bone, Bustam menambahkan penyerahan sertifikat ini sebanyak 1.233 bidang. PTSL sebanyak 12.000 bidang secara simbolis diwakili 16 desa, redistribusi TOL sebanyak 25 bidang kepada 5 desa, aset pemda 1 bidang, dan PLN 6 bidang. “Tahun 2019 BPN Bone mendapat target sebanyak 15.500 bidang,” ucapnya.

Bustam mengaku, program strategis ini yang terbesar di Sulsel atau dibanding kabupaten lain. PTSL ini tentu berbeda dengan prona. PTSL itu pemetaannya lengkap dalam satu desa baru ditinggalkan.

“Sertifikat ini juga bisa membantu masyarakat. Salah satu akses mengambil modal. Semua bank bisa,” ujarnya. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...