Nadiem Anwar Makarim Ogah Dipanggil Pak Menteri

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mendikbud Nadiem Makarim blak-blakan di depan para pejabat Kemendikbud. Dia meminta agar seluruh anak buahnya tidak memanggilnya dengan sebutan ‘pak menteri’.

“Saya kalau dipanggil pak menteri rasanya gimana gitu. Lebih baik panggil saya mas aja,” kata Nadiem saat memberikan sambutan sertijab Mendikbud Muhadjir Effendy kepada menteri baru, Rabu (23/10).

Dia pun meminta kepada Muhadjir yang kini jadi Menko PMK serta para pejabat Dikbud dan Dikti, untuk tidak bosan menerima teleponnya.

“Saya masih belajar pengin dapat bimbingan dari Pak Muhadjir, para profesor, serta orang-orang hebat di sini,” ucapnya.

Sementara Muhadjir dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, rasa berat hatinya meninggalkan Kemendikbud.

Pasalnya, selama tiga tahun memimpin kementerian ini, dia merasa sudah menyatu.

“Saya enggak bisa ngomong terlalu banyak, nanti saya makin sedih. Cuma saya bangga bisa bergabung di sini, semuanya bekerja serius. Kepada mendikbud baru, saya ucapkan selamat bekerja,” ujarnya.

Usai dilantik menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim langsung berkantor di kementerian yang sebelumnya dipimpin Muhadjir Effendy itu.

Hari pertama, Rabu (23/10), Nadiem berkeliling ke sejumlah gedung di lingkungan Kemendikbud, yang lokasinya tak jauh dari Kawasan Senayan.

“Kalau ditanya apa program 100 hari, saya akan bilang saya akan belajar. Saya akan belajar dari bapak-bapak dan ibu-ibu yang memang sudah lama mengurusi pendidikan,” ujar Nadiem Makarim dalam sambutannya.

Pemilik nama lengkap Nadiem Anwar Makarim ini menjelaskan dirinya akan bekerja keras mempelajari apa saja permasalahan pendidikan dan kebudayaan, serta apa saja langkah yang harus diambilnya.

Nadiem mengatakan Indonesia merupakan negara keempat terbesar untuk sektor pendidikan. Pasalnya memiliki lebih dari 300.000 sekolah dan 4.500-an perguruan tinggi, dan jutaan guru dan murid.

Teknologi akan terlibat dalam penelitian. Namun pihaknya masih mencari cara seperti apa pelibatan teknologi tersebut

“Baiknya akan belajar dulu di lapangan, bagaimana kondisi guru, kondisi murid, dan sebagainya,” kata mantan bos Gojek itu. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...