Persis Adukan PSIM ke Komdis PSSI, Wartawan Laporkan Hisyam Tolle ke Polisi

Bek PSIM Hisyam Tolle ketika mengintimidasi wartawan untuk menghapus fotonya. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, YOGYAKARTA-- Buntut kerusuhan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10), manajemen Persis Solo akan melaporkan sejumlah pihak ke PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Ada sejumlah pemain dan ofisial pelatih yang menjadi korban kekerasan dalam laga bertajuk Derby Mataram itu.

Manajer Persis Solo Langgeng Jatmiko mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti penganiayaan yang dialami pemain dan pelatihnya. Setidaknya ada empat pemain dan seorang anggota tim pelatih yang jadi korban. Yakni, Slamet Budiono yang dipukul dan dicekik salah seorang pemain PSIM. Lalu, M. Shulton Fajar yang ditendang oleh pemain PSIM Hisyam Tolle.

Selain itu, Dwi Cahyono juga terkena pukulan dari oknum tak dikenal saat menuju ruang ganti. Sementara Andre Oriza terkena pukulan dari suporter yang turun ke lapangan. Yang paling parah dialami asisten pelatih Choirul Huda. Dia mengalami robek pelipis kiri akibat terkena pukulan oknum panitia pelaksana (panpel) pertandingan.

”Sementara baru dua laporan yang akan kami kirim ke PT LIB dan PSSI. Pertama soal tingkah laku buruk pemain PSIM, kedua suporter PSIM. Laporan itu paling cepat kami kirimkan besok (hari ini, Red),” jelas Langgeng kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (22/10).

Sementara Choirul Huda membenarkan oknum pemukul dirinya adalah panpel. ”Kejadiannya sangat cepat. Saya menduga orang panpel pelakunya. Sebab, sepanjang pertandingan, panpel bukannya mengamankan pertandingan, justru memprovokasi,” ujar pria yang akrab disapa Cak Irul itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...