Persis Adukan PSIM ke Komdis PSSI, Wartawan Laporkan Hisyam Tolle ke Polisi

  • Bagikan

Di sisi lain, dua wartawan yang menjadi korban dalam insiden saat Derby Mataram, berencana melaporkannya ke Polda DIJ hari ini. Setelah pertandingan, fotografer Jawa Pos Radar Jogja, Guntur Aga, didatangi oknum suporter yang meminta menghapus foto kerusuhan yang terjadi.

’’Tapi, saya tidak mau. Nggak saya hapus fotonya,’’ ucapnya tadi malam. Karena ngeyel, Guntur malah menjadi korban. Dia langsung diserang oknum suporter. Lehernya dipukul dan dicekik. ’’Sampai sekarang, kepala bagian belakang nyeri,’’ ungkap Guntur.

Atas kejadian tersebut, manajemen PSIM merasa bersalah. Kemarin pagi (22/10) mereka menghubungi Guntur. Tujuannya, meminta maaf atas kelakuan buruk oknum suporter. ’’Mereka (manajemen PSIM, Red) juga siap menanggung pengobatan saya selama di rumah sakit,’’ jelasnya. Guntur lega. ’’Setidaknya ada iktikad baik dari manajemen PSIM,’’ tambahnya.

Untungnya, setelah peristiwa tersebut, tidak ada ancaman yang didapat. Jadi, Guntur bisa bekerja dengan tenang. Hanya, dia masih merasa tidak nyaman dengan kondisi di kepala bagian belakangnya. ’’Kalau dipegang, masih berasa (sakit),’’ ujarnya.

Kondisi itu jelas mengganggu kinerja Guntur. Sebagai jurnalis, dia dituntut memiliki tubuh yang fit.

Menindaklanjuti apa yang dialaminya, Guntur akan melapor ke pihak berwajib. ’’Besok (hari ini) saya bikin laporan resmi ke Polda DIJ,’’ kata Guntur. Rencananya, Guntur melapor bersama Budi Cahyono. Budi adalah jurnalis Goal Indonesia yang mendapat intimidasi dari pemain PSIM Hisyam Tolle. (jpg/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan