Erwin Akib ke Nadiem Makarim: Kita Harus Lakukan Lompatan Besar

  • Bagikan
Dekan FKIP Unismuh Makassar Erwin Akib dan Mendikbud Nadiem Makarim

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Salah satu sosok yang paling banyak dibicarakan dalam Kabinet Maju Pemerintahan Jokowi-ma'ruf adalah Nadiem Makarim. 

Betapa tidak, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini adalah menteri termuda (35 tahun), dengan latar belakang profesi pengusaha moda transportasi online Gojek.

Sekilas latar belakang usia dan pengalaman kerja tersebut, membuat berbagai kalangan meragukan kapasitas Mendikbud baru ini dalam menata lembaga pendidikan, mulai TK hingga perguruan tinggi. Apalagi ia harus memimpin puluhan ribu guru dan dosen, termasuk para guru besar yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.

Namun pandangan berbeda disampaikan Dekan FKIP Unismuh Erwin Akib. Ia berpendapat, justru sosok Mendikbud baru cukup relevan dengan tantangan pendidikan di era disrupsi saat ini.

"Kita berada di era revolusi industri 4.0. Tantangan yang kita hadapi berbeda dengan dekade-dekade sebelumnya. Kita butuh sosok leader di bidang pendidikan yang memahami zaman baru ini," jelas Erwin.

Target Presiden Jokowi menunjuk Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, sambung Erwin, agar terjadi kesesuaian antara kompetensi alumni lembaga pendidikan dengan kebutuhan dunia industri.

"Kami memahami cara pandang Pak Jokowi, yang ingin pendidikan dikelola secara out of the box. Tidak terpasung dengan rutinitas dan tradisi selama ini. Kita harus melakukan lompatan besar," kata alumni S3 Universitas Teknologi Malaysia ini.

Meski demikian, Erwin tetap mengingatkan agar Mendikbud baru tetap menjaga keseimbangan antara kesinambungan dan perubahan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan