Ibu Mahfud MD Siti Khotijah: Jadilah Pemimpin yang Amanah

0 Komentar

DUKUNG PENUH: Siti Khotijah, ibunda Mahfud MD (tiga dari kiri) bersama keluarga besar usai menyaksikan pelantikan menteri melalui saluran televisi di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, kemarin. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

FAJAR.CO.ID, MADURA– Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Mahfud MD sebagai Menko Polhukam disambut baik keluarga. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu diharapkan amanah dalam menjalankan tugas.

Rumah Siti Khotijah di Jalan Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Kota Pamekasan, ramai kemarin (23/10). Anak, menantu, serta para cucu perempuan 99 tahun itu berkumpul.

Mereka duduk di ruang tamu. Menyaksikan siaran berita pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju. Suasana riuh saat protokol menyebut nama Mahfud MD untuk menerima SK dari Presiden Joko Widodo.

Pria sembilan bersaudara itu ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam). Ucapan syukur keluar dari seluruh anggota keluarga yang menyaksikan prosesi pelantikan. Riang gembira bercampur haru menyelimuti ruang tamu yang lengkap dengan sajian makanan ringan itu.

Siti Khotijah, ibunda Mahfud, turut menyaksikan anak kebanggaannya dilantik menjadi pejabat penting di Indonesia. Dia menyampaikan harapan dan pesan kepada anak tercintanya itu.

Perempuan berjilbab itu bersyukur anaknya mendapat amanah menjadi Menko Polhukam. Jabatan itu diharapkan dijadikan media untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa.

Siti Khotijah berpesan agar Mahfud MD terus memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas. Kemudian, setiap pekerjaan dilakukan secara jujur. ”Mudah-mudahan memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas,” katanya.

Ibunda tercinta mantan ketua MK itu juga bepesan agar tidak melupakan ibadah. Harapannya, agar selamat baik di dunia maupun di akhirat. ”Jadilah pemimpin yang amanah,” pesannya.

Adik Mahfud MD, Siti Honainah, juga berharap kakak kandungnya itu amanah dalam menjalankan tugas. Di mata keluarga, Mahfud sosok yang sangat peduli dan mengayomi.

Sewaktu menjabat ketua MK, Mahfud selalu berpesan kepada sanak saudaranya yang menjadi pejabat untuk tidak neko-neko. Bekerja harus lurus dan ikhlas agar hidup tenang.

Mahfud sangat dekat dengan keluarga. Sangat cinta pada sanak famili dan memiliki sikap tegas serta disiplin. Setiap pulang ke Madura, selalu disempatkan mengunjungi ibundanya. ”Bahkan, sesekali Kak Mahfud datang ke rumah saudara-saudaranya,” katanya.

Mahfud sangat patuh terhadap kedua orang tua. Dia juga sangat hormat terhadap gurunya. Bahkan, huruf MD di belakang namanya itu ”warisan” dari gurunya saat menjalani pendidikan di PGA.

Diceritakan, dalam satu kelas ada tiga nama Mahfud. Asbun Nawawi, salah satu guru kebingungan membedakan ketiganya. Akhirnya, ditawarkan agar setiap nama Mahfud ditambah nama bapak.

Bapak Mahfud MD adalah Mahmudin Emo Prawiroduno. Kala itu, Asbun Nawawi menjuluki Mahfud Mahmudin. Tapi, dirasa kurang pas sehingga disingkat menjadi Mahfud MD. ”Kakak tidak menolak,” katanya mengenang masa lalu.

Honainah berharap, jabatan baru yang diemban kakaknya itu memberi kebaikan. Sesuai pesan ibunda, jabatan itu dijalani dengan baik agar selamat baik di dunia maupun di akhirat. ”Semoga amanah,” doanya. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...