Kabinet Maju

0 Komentar

Oleh Itji Diana Daud

FAJAR.CO.ID– Kemarin pagi, Pak Jokowi telah memperkenalkan kabinetnya terdiri dari profesional dan partai. Jokowi berpesan kepada menterinya ada tujuh hal yaitu:

Pesan Presiden: Pertama, jangan korupsi, tutup semua celah untuk terjadinya korupsi. Kedua: wujudkan visi dan misi presiden dan wapres. Ketiga: kerja cepat, kerja cerdas, dan kerja produktif.

Keempat: jangan terjebak dalam rutinitas monoton. Kelima: kerja harus nyata hasilnya. Keenam: selalu turun ke lapangan dan berikan solusi jika ada masalah. Ketujuh: semua harus serius bekerja akan diberhentikan di tengah jalan jika kinerja jelek.

Salah satu tokoh yang menjadi pilihan Pak Jokowi adalah Syahrul Yasin Limpo yang dipercayakan sebagai Menteri Pertanian. SYL merupakan representasi dari partai Nasdem dan Sulawesi Selatan.

Rakyat Sulawesi Selatan tentu yakin SYL bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan memajukan pertanian Indonesia. Apalagi SYL sukses dengan program-programnya selama berkarya selama lebih 25 tahun menjadi pemimpin di Gowa dan Sulsel.

Namun, terlepas dari kuatnya tim kerja Pak Jokowi, kita semua mengetahui bahwa konsepsi kepemimpinan bangsa harus berupa kepemimpinan kolektif.

Suatu sistem atau struktur kepemimpinan di mana semua ikut mengambil bagian sesuai bakat dan kemampuannya. Kunci kemajuan bangsa terletak pada kemampuan bangsa membangun institusi agar berfungsi baik.

Semoga  Kabinet Maju ini berhasil mewujudkan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Karena sebuah negara demokrasi membutuhkan institusi yang kuat, sistem yang terbangun dengan baik, termasuk pemerintah yang tidak mudah jatuh, pemerintah yang bekerja sesuai dengan sistem dan aturan main maka   negara akan stabil.

Semua itu terlihat dari tujuh pesan pak Jokowi dalam pidatonya kemarin pagi. Selamat Bekerja, Jangan Ragu mengambil Keputusan yang tepat. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...