Oposisi, PKS Langsung Sodorkan 3 Agenda Prioritas Kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengucapkan selamat bekerja bagi jajaran Kabinet Indonesia Maju. Ia pun meminta agar para pembantu presiden itu ‘tancap gas’ untuk menyelesaikan banyak persoalan.

“Selamat bekerja kepada para menteri Kabinet Indonesia Maju. Tugas besar menanti untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Indonesia,” kata Jazuli kepada JawaPos.com (grup fajar.co.id), Kamis, (24/10).

Jazuli juga menuturkan, mayoritas menteri yang ada saat ini bukanlah orang baru, sebagian besar bahkan mantan kolega di parlemen. Karena itu dirinya optimistis para menteri akan mudah beradaptasi dan bersinergi dengan DPR.

“Saya kira menterinya tidak perlu lama penyesuaian, sehingga rakyat bisa langsung merasakan manfaat kebijakan dan perubahan ke arah kemajuan,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PKS DPR ini memberi tiga catatan agenda prioritas pembangunan dan perbaikan yang harus diselesaikan kabinet baru Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Yakni, pembenahan sistemik jaminan kesehatan nasional (JKN) terutama pada aspek perbaikan sistem dan pelayanan kesehatan peserta BPJS. Karena itu, Fraksi PKS tetap menolak kenaikan iuran BPJS karena tidak menyentuh aspek pembenahan sistem pelayanan JKN.

“PKS tegas, jangan ketidakberesan sistem dibebankan kepada masyarakat,” tegasnya.

Kedua, lanjutnya, soal sektor ketenagakerjaan bagaimana kementerian menciptakan lapangan kerja baru yang menyerap banyak SDM bangsa dan menumbuhkan secara masifnya UMKM. Apalagi Presiden Jokowi sudah menjanjikan akan menyiapkan “omnibus law” untuk regulasi cipta tenaga kerja dan pemberdayaan UMKM saat pelantikan Presiden.

“Ini cocok dengan inisiatif RUU Fraksi PKS yaitu RUU Kewirausahaan Nasional. Jadi Pak Jokowi tidak usah repot-repot lagi menyusun RUU dari awal,” kata Jazuli.

Terkahir, kata legislator Banten itu soal sektor kemandirian ekonomi. Harapannya pemerintah bisa mengerem bahkan menyetop laju utang negara untuk kemudian melunasinya, mewujudkan kedaulatan pangan hingga swasemba, serta menumbuhkan ekonomi kreatif yang bertumpu pada potensi dan sumber daya nasional.

“Utang negara yang membengkak, laju investasi asing, tenaga kerja asing dan barang impor yang masif, tanpa proteksi dan keberpihakan yang kuat terhadap sumber daya dan produk dalam negeri, kami sangat khawatir hal ini,” pungkasnya. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...